Share

Cerita Habibie Rela Jalan Kaki 15 Km di Jerman Sampai Sepatu Hancur, Demi Menghemat Uang

Dhea Alvionita, Okezone · Sabtu 17 September 2022 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 337 2668948 cerita-habibie-rela-jalan-kaki-15-km-di-jerman-sampai-sepatu-hancur-demi-menghemat-uang-bpSyXVeN2W.jpg BJ Habibie. (Foto: Kemenristekfidkti)

JAKARTA - Pahitnya ujian pernikahan tentu dirasakan oleh semua pasangan di dunia ini. Begitu juga dengan Habibie dan Ainun. Mereka harus bertahan di negeri orang dengan penghasilan yang terbilang pas-pasan.

Baginya, waktu sangat berharga dan harus diatur ketat. Dipagi hari Habibie harus pergi ke pabrik, kemudian dia harus pergi Universitas hingga malam. Pukul 10.00 atau pukul 11.00 malam baru sampai di rumah dan menulis disertasinya sebagai syarat kelulusan program S3.

Ke mana pun Habibie pergi, bus adalah andalan bagi dirinya. Namun, karena kekurangan uang untuk membeli kartu langganan bulanan, dua sampai tiga kali seminggu dia harus jalan kaki sejauh 15 kilometer.

“Soalnya, pengeluaran terus meningkat. Termasuk keperluan sehari-hari dan perlunya tabungan untuk masa depan,” kata Habibie seperti dikutip dalam buku Habibie & Ainun.

Oberforstbach merupakan tempat di mana rumah tangga Habibie dan Ainun dimulai. Pasalnya, bus wilayah yang menghubungkan Oberforstbach dengan Aachen jarang datang.

Ketika pagi, Habibie berangkat ke kantor dan meninggalkan Ainun seorang diri dengan dana yang sangat terbatas. Dikarenakan sudah larut malam, bahkan kadang-kadang dia harus berjalan kaki karena sudah tidak ada bus lagi yang berlalu lalang. Demi mempersingkat waktu, Habibie berjalan melewati kuburan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Setibanya Habibie pulang, Ainun selalu memandang ke luar dari jendela dan menantikan kedatangan Habibie walaupun di luar hujan, dingin bahkan gelap sekalipun.

“Setibanya saya depan pint, Ainun membukanya dan memandang mata saya dengan senyuman yang selalu saya rindukan. Rasa kedinginan, letih dan lapar hilang terpukau oleh pandangan mata Ainun yang mencerminkan kebahagiaan dan cinta yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi!” pungkas Habibie.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini