Share

2 Jenderal Baret Merah yang Menjadi Menteri, Pernah Bikin Pemberontak Bertekuk Lutut

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 17 September 2022 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 337 2668893 2-jenderal-baret-merah-yang-menjadi-menteri-pernah-bikin-pemberontak-bertekuk-lutut-gbXbrqdbnI.jpg Prabowo Subianto (Foto: Instagram prabowoupdate)

KOMANDO Pasukan Khusus atau yang sering disingkat sebagai Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Pembentukan Kopassus sendiri bermula sejak adanya upaya penumpasan pemberontakan di Maluku.

Pada tahun 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok bernama RMS (Republik Maluku Selatan). Untuk menumpas pemberontakan itu, Angkatan Perang RI mengirimkan pasukannya yang dipimpin oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel A. E. Kawilarang, sedangkan Letkol Slamet Riyadi ditunjuk sebagai komandan operasi.

BACA JUGA:Cerita Sedih Peralihan Status di Kopassus Kariango, Tarub Berlutut Saat Pergantian Baret 

Meskipun berhasil mendapatkan kemenangan, ada banyak korban dari pihak TNI. Peristiwa ini mengilhami Letkol Slamet Riyadi untuk membentuk satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan perang.

Setelah Letkol Slamet Riyadi gugur, usaha ini kemudian dilanjutkan oleh Kolonel A. E. Kawilarang.

Melansir dari laman resmi Kopassus, Kesatuan Komando Teritorium III berhasil dibentuk pada 16 April 1952 melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III No. 55/Instr/PDS/52. Satuan ini merupakan cikal bakal dari “Korps Baret Merah”.

Sempat mengalami beberapa kali perubahan nama, satuan ini kemudian ditetapkan dengan nama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada tahun 1985.

BACA JUGA:Kisah Tiga Markas Batalyon Menjadi Kenangan Perampingan Korps Baret Merah Kopassus

Follow Berita Okezone di Google News

Dengan motto “lebih baik pulang nama daripada gagal di medan laga”, Anggota Kopassus dikenal memiliki semangat juang tinggi dalam menjalankan operasi. Selain itu, keterampilan dan kecekatan dari prajurit Kopassus tidak perlu diragukan.

Atas keahlian itulah, ada beberapa mantan prajurit Kopassus yang dipercaya menduduki posisi strategis dalam pemerintahan, salah satunya adalah menteri.

Berikut adalah tokoh-tokoh kopassus yang menjadi menteri:

1. Luhut Binsar Pandjaitan

Jenderal (Purn) TNI Luhut Binsar Pandjaitan menjabat sebagai Menteri Bidang Koordinator Kemaritiman dan Investasi pada masa Presiden Joko Widodo, dari tahun 2016 dan masih menjabat sampai sekarang. Sebelum menduduki kursi pemerintahan, pria kelahiran Sumatera Utara ini aktif di dunia militer.

Namanya dikenal sebagai komandan pertama Detasemen 81 Kopassus, satuan yang dikenal sebagai pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Selain itu, Luhut juga pernah menjabat sebagai Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat.

Kariernya dalam pemerintahan dimulai pada tahun 1999. Pada tahun itu ia diangkat Presiden BJ Habibie menjadi Duta Besar RI untuk Republik Singapura. Lalu di era kepemimpinan Presiden Gus Dur, Luhut dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia.

Pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, sebelum menjabat sebagai menteri, Luhut juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia yang pertama, diangkat pada 31 Desember 2014.

2. Prabowo Subianto

Prabowo Subianto pada 23 Oktober 2019 dilantik sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo. Anak ketiga dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar itu telah aktif berperan dalam militer sebelum berkecimpung dalam pemerintahan.

Lahir pada tahun 1951, Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto sudah menjalani tugas sebagai Komandan Pleton Group I dalam operasi Tim Nanggala di Timor Leste di usianya yang baru 26 tahun. Meskipun masih sangat muda, namun Prabowo dan pasukannya mendapat perintah untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato, Perdana Menteri pertama Timor Timur.

Karena kecepatannya dalam melakukan pendekatan dengan keluarga Nicolau, Prabowo akhirnya bisa mendeteksi keberadaan Nicolau di wilayah Maubisse sekitar 50 km dari selatan Dili. Nicolau tewas ditembak di lembah Mindelo pada akhir Desember 1978.

Bukan hanya Nicolau, Prabowo juga berhasil menangkap Letkol Xanana Gusmao, pimpinan pemberontakan Timor Leste yang juga merupakan Presiden Pertama Timor Leste. Karena keberhasilan tersebut, Prabowo kemudian dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus pada 1983. 

Kemudian, pada Desember 1995, Prabowo diangkat sebagai Komandan Jenderal Kopassus dengan pangkat mayor jenderal.

Operasi lain yang berhasil dipimpin Prabowo adalah operasi pembebasan sandera di Mapenduma, Kabupaten Jayawijaya pada tanggal 8 Januari 1996. Kala itu, Kopassus menyelamatkan 26 warga negara asing (WNA) yang merupakan anggota Tim Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera oleh sayap militer OPM pimpinan Kelly Kwalik.

Diolah dari beberapa sumber/Stefani Ira Pratiwi - Litbang MPI

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini