Share

Mengenang Cak Sapari, Seniman Ludruk yang Pernah Buat Presiden Jokowi Tertawa Terbahak-bahak

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 16 September 2022 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 337 2668618 mengenang-cak-sapari-seniman-ludruk-yang-pernah-buat-presiden-jokowi-tertawa-terbahak-bahak-nKicGT8QUS.jpg Cak Sapari seniman ludruk Jawa Timur meninggal dunia/Instagram/@laraati

JAKARTA - Dunia seni khususnya di Jawa Timur sedang berduka karena kepergian seniman ludruk legendaris asal Surabaya Cak Sapari meninggal dunia.

Cak Sapari adalah seniman ludruk yang tergabung dalam Kartolo cs dan sepanjang kariernya, ia sudah membuat banyak orang tertawa bahkan seorang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Ia pernah membuat sang Presiden tertawa terbahak-bahak saat sedang menonton film Yowis Ben bersama Bayu Moektito atau Bayu Skak, aktor dari film tersebut di Malang.

Saat itu, Bayu Skak membocorkan saat scene Presiden Jokowi tertawa sampai terbahak-bahak saat momen Cak Sapari dan Cak Kartolo berakting.

"Pada waktu di Yowis Ben scene beliau menjadi scene striller. Terbukti Pak Jokowi juga nonton, ketawa-ketawa ngakak ketika scenenya beliau," ucap Bayu Skak, saat meet and greet bersama penggemar Film Lara Ati di salah satu mal di Kota Malang, Kamis (15/9/2022).

Melihat orang nomor satu di Indonesia tertawa terbahak-bahak tersebut, Bayu Skak pun bertekad untuk mengenalkan kesenian tradisional ludruk.

Hasilnya, beberapa sekuel Yowis Ben dan termasuk film Lara Ati, ludruk masuk menjadi bagian dari film yang mengusung Bahasa Jawa ini.

"Saya sendiri pun motivasinya adalah ingin memperkenalkan ludruk ke masyarakat luas, agar semakin dikenal untuk mediumnya yang dimasuki adalah film. Di Lara Ati ini scene-nya ditambahi, jadi enggak hanya jadi selingan, Cak katalog pun juga, malah jadi bapak saya dan ibu saya. Di sepanjang film juga ada, Cak Tono ini karakter yang diperankan oleh Cak Sapari itu adalah sahabat bapak saya ketika ludrukan," tuturnya.

Cak Sapari di mata Bayu Skak adalah sosok seniman teladan yang memberikan contoh untuk generasi muda.

Bayu pun mengingat saat proses pengambilan gambar di film Yowis Ben di masa Covid-19, Cak Sapari begitu patuh dalam penerapan protokol kesehatan, bahkan mengingatkan generasi muda untuk menjaga kesehatan.

Bayu juga sudah beberapa kali bekerja sama dnegan seniman yang meninggal di usia 74 tahun ini, mulai dari flm Yowis Ben Series hingga Film Lara Ati.

"Bahkan scene yang golden scene adalah scene-nya beliau ada satu kalimat yang merubah hidupnya Joko. Itu adalah kalimat yang terlontar dari Cak Sapari, dan ada ludruk-kan. Di dalam film dan di dalam loka drama itu namanya adalah ludruk Sapari," tuturnya.

Diketahui, Cak Sapari mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (15/9/2022) sekira pukul 04.30 WIB.

Jenazah seniman ludruk yang begitu terkenal di Jawa Timur ini dimandikan sekitar pukul 08.00 WIB, kemudian disalatkan di Masjid Nururrahman, Jalan Simo Mulyo Baru, dan selanjutnya dibawa ke pemakaman umum Dukuh Kupang 15 sekira pukul 09.45 WIB untuk dimakamkan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini