Share

Pertimbangan Hakim Vonis Irjen Napoleon 5 Bulan 15 Hari Penjara

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 15 September 2022 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 337 2668292 pertimbangan-hakim-vonis-irjen-napoleon-5-bulan-15-hari-penjara-0WfpHpGwjT.jpg Napoleon Bonaparte (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis Irjen Napoleon Bonaparte 5 bulan 15 hari penjara lantaran terbukti secara sah melakukan penganiayaan terhadap M Kece. Dalam putusannya itu, ada sejumlah pertimbangan majelis hakim.

"Menimbang bahwa dengan demikian sebagai anggota Polri dengan pangkat perwira tinggi sudah seharusnya terdakwa mengerti dan memahami respons seperti apa yang tepat dan benar jika ada seseorang yang telah melakukan penghinaan atau penistaan agama, ujar Ketua Majelis Hakim, Djuyamto di persidangan, Kamis (15/9/2022).

BACA JUGA:Dijadwalkan Bakal Disidang Etik, Napoleon Bonaparte: Tanya ke Mabes Polri 

Menurutnya, Irjen Napoleon seharusnya menggunakan mekanisme hukum positif yang berlaku dengan melaporkannya kepada pihak berwajib guna merespons perbuatan M Kece saat melakukan penistaan agama.

 

Pertimbangan berikutnya, kata hakim, jika perbuatan sebagaimana dilakukan Napoleon itu dibenarkan dengan alasan melakukan pembelaan agama, maka semua orang bakal melakukan hal yang serupa dengan alasan pembelaaan agama masing-masing. Dengan begitu, bakal menimbulkan chaos atas situasi tiadanya hukum atau anarkis.

"Padahal, terdakwa dengan jelas telah mengetahui adanya ketentuan undang-undang yang masih berlaku untuk menindak para pelaku penistaan agama atau penghinaan agama dan sudah banyak pelaku kasus penistaan agama, atau penghinaan agama termasuk saksi M Kece dijatuhi pidana berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku," tuturnya.

BACA JUGA:Terbukti Aniaya M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte Divonis 5 Bulan 15 Hari 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Napoleon pun dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dan penganiayaan secara bersama-sama. Napoleon divonis oleh hakim 5 bulan 15 hari penjara karena melanggar Pasal 351 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

"Hal-hal memberatkan, perbuatan terdakwa telah menyebabkan saksi M Kece luka-luka. Hal-hal meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan, terdakwa dengan M Kece sudah saling memaafkan," kata hakim Djuyamto.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini