Share

KPK Panggil Kabiro Kepegawaian MA terkait Pengembangan Kasus Nurhadi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 15 September 2022 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 337 2668008 kpk-panggil-kabiro-kepegawaian-ma-terkait-pengembangan-kasus-nurhadi-onU7XnaaGf.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, hari ini. Dua saksi tersebut yakni, Kepala Biro (Kabiro) Kepegawaian MA, Supatmi, dan mantan Pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi Jalan Kuningan Persada Kavling 4 Jakarta, atas nama tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (15/9/2022).

Belum diketahui apa yang bakal didalami penyidik terhadap dua saksi tersebut. Namun diketahui, Doddy Aryanto Supeno merupakan terpidana penyuap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution terkait pengurusan perkara Lippo Group. Ia sudah divonis bersalah atas kasus itu.

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang mengembangkan kasus dugaan korupsi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menjerat Nurhadi. KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan.

Baca juga: KPK Endus Dugaan Aliran Uang Panas untuk Keluarga Nurhadi

Sejalan dengan peningkatan kasus ke tingkat penyidikan, KPK juga telah menetapkan tersangka dalam perkara ini. Salah satu tersangka dalam kasus ini disebut-sebut adalah mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi Abdurachman.

Baca juga: KPK Panggil Wakil Bupati Blitar Terkait Kasus Pencucian Uang Nurhadi

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kali ini, Nurhadi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap, gratifikasi, dan TPPU. Suap yang diterima Nurhadi kali ini, diduga berkaitan dengan perkara yang melibatkan mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro (ES).

"Saat ini KPK telah menaikan status penyidikan tindak pidana korupsi berupa dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan perkara dari ES (Eddy Sindoro) dkk. Selain itu, juga telah dilakukan penyidikan dalam dugaan penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," kata Ali Fikri, Jumat, 16 April 2021.

Baca juga: KPK Periksa Menantu Nurhadi di Penjara, Usut Kasus Pencucian Uang

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini