Share

KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Gubernur Papua Lukas Enembe

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 15 September 2022 09:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 337 2667892 kpk-jadwalkan-ulang-pemeriksaan-gubernur-papua-lukas-enembe-nWV0KMYIGK.jpg Lukas Enembe. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam waktu dekat. Hanya saja, KPK belum menginformasikan lebih detail jadwal ulang pemeriksaan Lukas Enembe.

"Tentu kami akan memanggil kembali yang bersangkutan, seperti biasa, ketika dipanggil pertama yang bersangkutan sakit, kan tidak bisa memenuhi panggilan KPK, dan kita panggil lagi," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat dikonfirmasi, Kamis (15/9/2022).

Sebelumnya, KPK sempat memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa terkait kasus dugaan korupsi di wilayahnya pada Senin, 12 September 2022. Namun, Lukas tak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dengan alasan sedang sakit.

Sesuai KUHAP, KPK dipersilakan untuk memanggil ulang tersangka sebanyak tiga kali sebelum dilakukan upaya jemput paksa. Jemput paksa dimungkinkan jika tersangka tidak kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan dan tanpa dasar alasan yang jelas.

"Jadi kita ikuti saja peraturan sesuai dengan KUHAP," ujar Alex, sapaan karib Alexander Marwata.

 Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Diduga Alirkan Uang ke Rumah Judi di Luar Negeri

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Politikus Partai Demokrat tersebut diduga telah menerima suap dan gratifikasi terkait sejumlah proyek di daerah Papua.

"Benar bahwa KPK sudah menetapkan LE (Lukas Enembe) sebagai tersangka dan proses penyidikan berjalan," kata Alexander Marwata.

Sayangnya, KPK belum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe. Sebab, KPK belum melakukan proses penangkapan dan penahanan terhadap Lukas Enembe.

Sebelumnya, Lukas telah lebih dulu dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Ia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan.

Berdasarkan hasil penelusuran PPATK, ditemukan uang mencapai puluhan miliaran rupiah di rekening Lukas. KPK bakal menelusuri asal muasal sumber uang puluhan miliar di rekening Lukas.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini