Share

Pimpinan KPK Sebut Gubernur Papua Lukas Enembe Sudah Berstatus Tersangka

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 14 September 2022 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 337 2667621 pimpinan-kpk-sebut-gubernur-papua-lukas-enembe-sudah-berstatus-tersangka-cCAsVaV00E.jpg Wakil Ketua Alexander Marwata (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengakui bahwa pihaknya telah menetapkan dua kepala daerah di Papua sebagai tersangka. Keduanya yakni, Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE) dan Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP).

Alex, sapaan karib Alexander Marwata mengatakan, penetapan tersangka keduanya merupakan tindaklanjut dari laporan serta informasi masyarakat. KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan laporan tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

"Terkait penetapan tersangka RHP dan Gubernur LE ini untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan juga informasi yang diterima KPK," kata Alex di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2022).

Alex bercerita, pimpinan KPK kerap mendapat complain atau keluhan dari masyarakat hingga pegiat antikorupsi saat berkunjung ke Papua. Masyarakat merasa seolah-olah KPK tidak pernah mengusut laporan dugaan korupsi di Papua. Padahal, berdasarkan laporan dari masyarakat, banyak dugaan korupsi terkait infrastruktur di Papua.

Baca juga: Tersangka KPK, Gubernur Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri

"Sudah lama KPK menerima informasi masyarakat Papua terkait dengan praktik korupsi dan pembangunan infrastruktur di sana. kami tidak tinggal diam, kami berkoordinasi dengan berbagai pihak dan terutama juga dari informasi masyarakat," terangnya.

Baca juga: Bekukan Rekening Milik Lukas Enembe, Ini Penjelasan PPATK

Follow Berita Okezone di Google News

Diketahui sebelumnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah mencegah Lukas Enembe untuk bepergian ke luar negeri. Pencegahan ke luar negeri Lukas Enembe merupakan permintaan dari KPK.

Lukas dicegah untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023. "Yang bersangkutan dilarang bepergian ke luar negeri selama masa pencegahan berlaku," ujar Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, I Nyoman Gede Surya Mataram.

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, PPATK Blokir Rekening Jumbo Gubernur Papua Lukas Enembe

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini