Share

BP2MI Sebut Tiap Tahun Ada Ribuan Pekerja Migran Meninggal di Luar Negeri

Isty Maulidya, Okezone · Rabu 14 September 2022 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 337 2667620 bp2mi-sebut-tiap-tahun-ada-ribuan-pekerja-migran-meninggal-di-luar-negeri-Ajpw49flRQ.JPG Ilustrasi/ Foto: Okezone

TANGERANG - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia(BP2MI), Benny Ramdhani mengungkapkan setidaknya ada 3.000 pekerja migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan dalam keadaan sakit dan meninggal dunia akibat kekerasan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 95 persen di antaranya merupakan PMI yang keberangkatan ataupun penempatannya secara tidak resmi atau ilegal.

 BACA JUGA:Lagi, Pengusaha Rusia Ditemukan Tewas Misterius, Total 9 Orang Meninggal

"Tercatat selama dua tahun terakhir sebanyak 3.036 PMI yang sakit dan ditangani negara, tapi dari jumlah tersebut, 95 persennya tidak tercatat berangkat secara resmi sebagai PMI," ungkap Benny saat Focus Group Discussion PMI Merdeka Dari Sindikat Ilegal, Rabu (14/9/2022).

Benny melanjutkan bahwa para PMI yang berangkat secara ilegal itu ditampung oleh agensi ilegal disembunyikan terlebih dulu di dalam apartemen, hotel, dan tempat lain yang tersembunyi. Pihak BP2MI juga dalam kurun waktu dua tahun mencatat ada 2.540 pencegahan keberangkatan PMI Ilegal.

 BACA JUGA:Potongan Tulang Tangan Mayat ASN yang Dibakar Ditemukan, Ini Penjelasan Polisi

"Ini potret sebenarnya, disaat kami BP2MI melakukan segala sesuatu sesuai perundang-undangan, melindungi PMI, masih ada saja oknum-oknum yang merusak tatanan tersebut, dan kami akan tetap bergerak memerangi upaya pemberangkatan PMI ilegal," tegas Benny.

Banyaknya kekerasan yang diterima PMI ilegal dikarenakan tidak adanya perlindungan oleh perjanjian yang memiliki kekuatan hukum yang jelas. Tanpa ada perjanjian tersebut, mereka mengalami kekerasan fisik, kekerasan seksual, gaji yang tidak dibayar sebagaimana wajarnya, sampai ekspoitasi jam kerja sampai 20 jam.

"Belum lagi ada praktek PMI tidak resmi ini diperjualbelikan dari majikan satu ke majikan lain, karena mereka ini bisa diputus kontrak kerja kapan saja," ujar Benny.

Menyikapi hal tersebut, BP2MI membentuk Satgas Sikat Sindikat, yang bergerak ke berbagai wilayah. Satgas ini dibentuk untuk melakukan tindakan langsung apabila ada laporan warga mengenai dugaan penampungan PMI ilegal di berbagai daerah di Indonesia.

"Pasalnya, para PMI tidak resmi ini bisa meninggalkan Indonesia untuk bekerja di negara penempatan, dengan berbagai modus. Misalnya saja menggunakan visa turis, visa jiarah sampai visa umroh," pungkas Benny.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini