Share

KY Buka Seleksi dan Penjaringan Calon Hakim Agung, Ini Persyaratannya

Inin Nastain, Koran Sindo · Rabu 14 September 2022 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 337 2667338 ky-buka-seleksi-dan-penjaringan-calon-hakim-agung-ini-persyaratannya-MBmbhyRE1P.jfif Illustrasi (foto: freepick)

JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) kembali membuka seleksi dan penjaringan Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc, untuk kedua kalinya pada 2022, setelah seleksi serupa dilakukan awal tahun lalu. Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh para calon, untuk mengikuti seleksi itu.

Wakil Hakim KY, Siti Nurjanah mengatakan, calon peserta harus memperhatikan proses seleksi serupa sebelumnya. Pasalnya, ada beberapa kelompok yang tidak diperkenankan untuk mengikuti seleksi itu. Bagi mereka yang mengikuti seleksi serupa sebanyak dua kali berturut-turut, tidak diperkenankan mengikuti seleksi Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc itu.

“Misal tahun 2020 ikut, 2021 tidak ikut, karena tidak ada. Terus kemarin 2022 mengikuti, daftar. Tetapi belum beruntung. Apakah sekarang boleh? Boleh. Yang harus istirahat itu kalau dua kali berturut-turut daftar, mengikuti seleksi, belum berhasil, itu harus istirahat dulu, baru nanti setelah itu boleh lagi,” kata Nurjanah saat sosialisasi Seleksi dan Penjaringan Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc di MA Tahun 2022/2023, Rabu (14/9/2022).

 BACA JUGA:4 Calon Hakim MA Terpilih yang Akan Disahkan di Paripurna DPR Pagi Ini

Hal berbeda jika yang bersangkutan telah mengikuti seleksi lebih dari satu, tetapi tidak berturut-turut setiap kali KY membuka lowongan.

“Jadi dua kali berturut-turut itu adalah apabila mengikuti atau mendaftar untuk seleksi calon Hakim Agung, misalnya tahun 2020 daftar, 2021 daftar lagi, berarti sudah dua kali. Sehingga di tahun 2022 nggak boleh ikut,” jelas dia.

“Besok baru 2023 atau seperti sekarang ini di tahun 2022 ini Komisi Yudisial mengadakan dua kali seleksi. Seandainya, contohnya 2021 ikut, 2022 kemarin kan ada, di awal 2022, ikut lagi. Berarti udah dua kali. Di 2022 sekarang, belum boleh ikut. Baru boleh ikut apabila Komisi Yudisial mengadakan lagi 2023. Kalau nggak berturut-turut boleh saja. Dua kali itu berturut-turut. Kalau mendaftar, tiba-tiba diambil lagi, batal, ya nggak dihitung,” lanjut Nurjanah.

 BACA JUGA:Hari Ini, Komisi III Putuskan Hasil Uji Kelayakan Calon Hakim Agung

Terkait persyaratan, Nurjanah menjelaskan, berkas-berkas yang sempat diajukan pada seleksi sebelumnya, masih bisa digunakan, selagi masih berlaku.

“Apakah persyaratan sebelumnya boleh digunakan lagi? Boleh. Sepanjang yang masih bisa digunakan. (Kalau surat) Keterangan dokter kan tentunya sudah lewat ya, harus diupdate,” pungkasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

(wal)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini