Share

Terkena Ranjau di Aceh, Prajurit Berkaki Satu Ini Tak Terima TNI Disebut Gerombolan

Andika Shaputra, Okezone · Rabu 14 September 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 337 2667317 terkena-ranjau-di-aceh-prajurit-berkaki-satu-ini-tak-terima-tni-disebut-gerombolan-NSPaHFhNd4.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka ihwal pernyataannya yang menyebut TNI seperti gerombolan. Pernyataan kontroversial Effendi itu disampaikan dalam Raker Komisi I DPR RI dengan Kemenhan dan TNI, Senayan, Jakarta, Senin, 5 September 2022.

(Baca juga: Ratusan Prajurit Elite Marah, Effendi Simbolon Akhirnya Minta Maaf soal Gerombolan TNI)

Diketahui, pernyataan politikus PDIP itu telah mengundang reaksi keras dari banyak pihak, termasuk pasukan TNI di sejumlah wilayah.

Salah satunya anggota Kodim 0418 Palembang, Kopral Kepala Edi Kusuma yang mengecam pernyataan Effendi Simbolon tersebut. Video itu diunggah oleh pemilik akun TikTok @nadilah0800.

Edi mengatakan bahwa TNI sama sekali tak sepakat dengan ucapan anggota Komisi I DPR RI itu yang menyinggung TNI seperti gerombolan dan ormas.

"Sangat tidak setuju kau mengatakan TNI adalah gerombolan seperti ormas. Jangan kau perkecil pimpinan kami, Panglima TNI dan Kasad," ujarnya dikutip Rabu (14/9/2022).

Anggota TNI yang sudah mengabdi selama 29 tahun itu bercerita dirinya harus kehilangan satu kakinya akibat diamputasi setelah terkena ranjau saat bertugas di Aceh pada 2001 silam.

"Lihat ini, saya rela kehilangan kaki untuk membela NKRI. Jika kau tidak bisa memberikan apapun untuk negara ini, cukup kau diam. Saya beserta rekan-rekan TNI menuntut kau meminta maaf atas ucapanmu," tegas Edi.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Kolonel Arh Hamim Tohari mengimbau pihak yang terlibat untuk melupakan perbedaan yang terjadi, dan segera melangkah bersama membangun bangsa dan negara.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Dengan telah dilakukannya jumpa pers oleh Efendi Simbolon dan penyampaian permintaan maaf, maka marilah kita semuanya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran untuk semuanya dalam berucap dan bersikap,” kata Hamim, Rabu (14/9/2022).

β€œMari kita saling menghormati dan menghargai agar komitmen kita bersama untuk secara sinergi bekerja demi NKRI tidak ternodai," sambungnya.

Hamim mengungkap, bahwa beberapa hari lalu sempat ada sejumlah prajurit TNI, purnawirawan dan masyarakat sipil yang menyampaikan protes atas pernyataan Effendi Simbolon melalui video yang diunggah ke sosial media.

Hal tersebut, kata Hamim, bisa saja terjadi sebagai reaksi spontan atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik.

"Video dari prajurit maupun masyarakat yang beredar, mungkin saja terjadi sebagai reaksi spontan atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik yang dianggap memancing kegaduhan," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini