Share

Ketika Habibie-Ainun Hidup Pas-pasan di Jerman, Harus Rela Tinggal di Pinggiran

Dhea Alvionita, Okezone · Selasa 13 September 2022 05:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 337 2666400 ketika-habibie-ainun-hidup-pas-pasan-di-jerman-harus-rela-tinggal-di-pinggiran-y8wYQoYVnp.jpg (Foto: Cover buku "Habibie & Ainun")

JAKARTA - Kawan-kawan Habibie di Aachen sudah mengetahui pernikahan dirinya dengan Ainun. Sontak, mereka erinisiatif untuk menjemput pengantin baru itu ke lapangan terbang Düsseldorf.

Sebagai ucapan selamat datang, keduanyapun di sambut dan diberi hadiah bunga sekaligus Printen (kue yang hanya diproduksi di Aachen). Ainun tersenyum bahagia hingga membuat Habibie lagi-lagi terkesima dengan pandangan matanya.

Habibie mengatakan bahwa dirinya tinggal di Jalan Preußweg no 123. Meskipun hanya sebuah apartemen kecil yang terdiri dari kamar tidur, kamar tamu, dapur kecil dan kamar mandi. Sedangkan di atas adalah garasi untuk tiga mobil keluarga Goldman seorang pengusaha percetakan buku.

Menurutnya, rumah keluarga Goldman sangat indah dan halaman serta kebunnya sangat luas disertai pula dengan pemandangan yang indah. Daerah rumah keluarga Goldman juga termasuk mewah di daerah elit Aachen.

“Saya mendapat alamat tersebut atas rekomendasi Professor Dr.-Ing. Hans Ebner di mana sejak bulan Agustus 1960, saya bekerja sebagai asistennya selain sebagai peneliti,” ungkap Habibie.

Dikutip dari buku Habibie & Ainun, ia mengatakan bahwa gajinya hanya DM 1.300 atau sekitar 680 Euro dan termasuk semua tunjangan. Jauh lebih dari cukup untuk hidup seorang diri tetapi sangat terbatas untuk sebuah rumah tangga baru.

Sesuai peraturan yang berlaku, di Jerman Habibie harus segera mengsuransikan Ainun. Dimana 50% biayanya akan ditanggung oleh kantor dan sisanya dipotong dari gajinya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

“Saya asuransikan Ainun pada perusahaan asuransi Deutsche Kranken Versicherung AG (DKV) atas rekomendasi kantor di mana saya bekerja,” katanya seperti pada buku Habibie & Ainun.

Selain ruang gerak di apartemen sangat terbatas. Harga sewa per meter persegi di Aachen cukup tinggi. Dengan hidup pas-pasan di Jerman, akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke luar kota Aachen dan memilih harga sewa yang jauh lebih murah.

Hal itu dilakukannya agar mereka dapat menyewa apartemen yang lebih besar dibandingkan dengan apartemen sebelumnya. 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini