Share

Terungkap! ACT Ternyata Masih Galang Dana Umat

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 11 September 2022 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 11 337 2665156 terungkap-act-ternyata-masih-galang-dana-umat-UpZX2B0sQd.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mendapatkan informasi bahwa lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) masih melakukan penggalangan atau pengumpulan dana. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sudah mencabut izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) ACT.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Ade Sofyansyah mengatakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan telah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait hal tersebut. Kejaksaan menggugat agar pengadilan memerintahkan untuk membekukan kegiatan ACT.

 (Baca juga: Bareskrim Usulkan Pemerintah Take Down Konten Promosi ACT di Medsos)

"Hasil konfirmasi saya ke teman-teman di Kejari Jaksel, berkenaan dengan gugatan ke ACT, itu informasi yang diperoleh teman-teman, ACT itu disinyalir masih melakukan operasi pengumpulan dana dan ini investasi juga," kata Ade saat dikonfirmasi, Minggu (11/9/2022).

"Jadi atas dasar itu kemudian teman-teman Datun Jaksel melakukan terobosan melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," sambungnya.

Ade menjelaskan, salah satu yang petitum dalam gugatan jaksa yakni, meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit kegiatan pengumpulan dana ACT. Kemudian juga, meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk membekukan kegiatan ACT tersebut.

"Iya, jadi informasi yang diperoleh teman-teman di kejaksaan selatan bahwa ACT itu masih melakukan kegiatan operasionalnya. Iya digugatnya Selasa 6 September," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan empat tersangka kasus dugaan penggelapan dana lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Mereka adalah, Ahyudin (A) selaku mantan presiden dan pendiri ACT, Ibnu Khajar (IK) selaku presiden ACT saat ini. Kemudian, Hariyana Hermain (HH) selaku pengawas yayasan ACT tahun 2019 dan saat ini sebagai anggota pembina ACT saat ini, dan Novariadi Imam Akbari (NIA) selaku mantan Sekretaris dan saat ini menjabat Ketua Dewan Pembina ACT.

Bareskrim Polri menyatakan bahwa lembaga Aksi Cepat Tanggap diduga telah menyalahgunakan dana dari pihak Boeing untuk ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air. Buntut dari kasus tersebut, pemerintah melalui Kemensos kemudian mencabut izin PUB ACT.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini