Share

Perpindahan Ibu Kota Mataram Konon Akibat Bencana yang Membuat Kemunduran

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 11 September 2022 05:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 11 337 2664998 perpindahan-ibu-kota-mataram-konon-akibat-bencana-yang-membuat-kemunduran-yCMXp9wz76.jpg Situs Mataram Kuno era Mpu Sindok (foto: MNC Portal/Avirista)

KERAJAAN Mataram Kuno adalah salah satu Kerajaan besar di Indonesia pada masa itu. Konon kebesaran kerajaan ini membuat cukup disegani di nusantara dan beberapa daerah mancanegara lainnya. Tetapi karena suatu peristiwa Kerajaan Mataram akhirnya memutuskan pindah ibukota dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Mpu Sindok atau Sri Isanatungga adalah raja pertama yang memerintah di Jawa Timur, setelah terjadi perpindahan pusat kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Dikutip dari buku "Airlangga Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI" tulisan Ninie Susanti, pemerintahan Kerajaan Mataram di bawah Raja Rakai Sumba Dyah Wama di Jawa Tengah berakhir dengan tiba-tiba.

 BACA JUGA:Ini Perbedaan Fungsi Pembangunan Candi Era Kerajaan Mataram dan Singasari Majapahit

Peristiwa perpindahan ibukota Kerajaan Mataram Kuno ini dilakukan pada 929 Masehi, di masa pemerintahan Mpu Sindok. Ya perpindahan Kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur konon akibat letusan gunung berapi yang sangat dahsyat sehingga sebagian puncak gunung lenyap, dan terjadi pergeseran lapisan tanah ke arah barat daya.

Akibatnya, terjadi lipatan yang antara lain antara lain membentuk Gunung Gendol, karena pergerakan tanah tersebut membentur pada lempengan Pegunungan Menoreh.

 BACA JUGA:Kiprah Pramodhawardani: Menyempurnakan Pembangunan Borobudur hingga Menumpas Pemberontakan di Mataram

Letusan yang disertai gempa bumi, banjir lahar, hujan abu, dan batu - batuan sangat mengerikan. Bencana ini merusak ibu kota Medang, dan banyak daerah lain di permukiman Jawa Tengah. Hal ini yang menjadi alasan utama perpindahan ibukota kerajaan dari Medang ke Tamwlang maupun Watugaluh, yang diperkirakan di wilayah Jombang, Jawa Timur.

Follow Berita Okezone di Google News

Sesuai dengan landasan kosmogoni kerajaan, maka kerajaan baru itu dianggap sebagai dunia baru, dengan tempat - tempat pemujaan yang baru dan diperintah oleh dinasti baru pula. Sebab itu, walaupun Mpu Sindok sebernarnya masih berasal dari Dinasti Sailendra, sesuai dengan kedudukannya sebelumnya sebagai Rakai Halu dan Rakai Hino, pada masa pemerintahan Rakai Layang dan Rakai Sumba Dyah Wawa, namun ia dianggap sebagai pendiri dinasti baru, yaitu Dinasti Isyana.

Sayangnya perpindahan ibukota kerajaan karena bencana alam ini tampaknya kurang begitu direncanakan matang. Konon saat pindah ibukota kerajaan justru berada jauh ke daerah pedalaman dengan sumber daya alam terbatas sangat menganggu proses pengembangan perekonomian.

Ibukota kerajaan ini berada cukup jauh dengan pusat perdagangan yang umumnya terletak di tepi pantai (bandar), yang menjadi kendala dalam menjawab tantangan pola dagang emporia.

Kendala berikutnya adalah tidak banyak sungai - sungai besar yang dapat dilayari untuk membawa barang dagangan dari bandar di pelabuhan ke daerah pedalaman atau sebaliknya untuk membawa barang dagangan dari pedalaman, untuk ditukarkan atau didagangkan pada pasat internasional di pelabuhan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini