Share

TGB Zainul Majdi: Kekayaan Terbesar Indonesia Adalah Persatuan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 10 September 2022 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 10 337 2664814 tgb-zainul-majdi-kekayaan-terbesar-indonesia-adalah-persatuan-E8C2vGWs39.jpg TGB Zainul Majdi (Foto: Istimewa)

MEDAN - Kekayaan Indonesia sebagai sebuah bangsa adalah persatuan dan kebersamaan. Bukan sumber daya alam yang meski melimpah namun pasti akan habis pada waktunya. Demikian dikatakan Ketua Harian Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Tuan Guru Bajar (TGB) Muhammad Zainul Majdi saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan Lintas Tokoh yang digelar di Hotel JW Marriott, Medan, Jumat, 9 Agustus 2022 malam.

Hadir dalam dialog itu, sejumlah tokoh pergerakan mahasiswa, tokoh pemuda dan para aktifis yang ada di Kota Medan.

TGB menyebutkan, Indonesia dibangun oleh para bapak bangsa (founding father) yang berasal dari beragam latar belakang. Baik suku, agama, kelompok maupun ideologi. Namun mereka dipersatukan dalam rasa senasib sepenanggungan, masa lalu kolektif sebagai suatu bangsa yang pernah dijajah.

"Ada Sutan Syarif di Kalimantan, Cut Nyak Dhien di Aceh. Kemudian Supomo di Jawa dan Agus Salim yang ada di Sumatera. Mereka ini mazhab pikirannya berbeda-beda. Namun kesamaan nasib dan masa lalu kolektif itu yang membuat mereka bersatu," kata TGB.

Kemudian persatuan Indonesia, kata TGB, dibangun atas keterikatan dengan perasaan kehendak yang sama untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Lalu keinginan untuk meretas jalan guna membangun masyarakat bersama.

Seperti Bung Karno dan Hatta, yang kata TGB tidak 100 persen sama. Bung Hatta dikenal memiliki keyakinan yang sangat kuat akan ekonomi kerakyatan dengan koperasi sebagai soko gurunya. Sementara Bung Karno, lebih lebar berpikir kalau bicara soal ekonomi. Meski selalu bicara tentang marhaenisme dan sarinah, namun dia tidak menantang apa yang namanya ekonomi pasar terbuka, selagi masih ada kedaulatan di dalamnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Karena itu saya mengatakan, sering saya sampaikan, ber-Indonesia itu bagi saya seorang muslim, umat beragama, ber-Indonesia adalah nikmat yang luar biasa. Kita bisa bayangkan, siapa yang bisa merekayasa alam pikiran kita itu yang sama. Dari sisi madrasah, mazhab pemikiran, school of thought, para founding father kita itu beda. Dari sisi suku bangsa juga beda. Agama juga beda. Namun mereka dipersatukan dan ini adalah kehendak Allah SWT," sebutnya.

Karena itu, kata TGB, persatuan dan kesatuan harus terus dirawat dan dipelihara. Agar Indonesia bisa terus ada dan bertumbuh menjadi bangsa yang semakin kuat. "Kita tidak boleh kufur nikmat. Persatuan itu adalah nikmati Allah SWT kepada kita di Indonesia yang begitu beragam. Kita sudah pernah diuji persatuan selalu menjadi penyelamat kita sebagai bangsa," pungkas TGB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini