Share

Harga BBM Naik, Pengemudi Ojol Bahagia Dapat Bantuan Sembako

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 09 September 2022 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 337 2664567 harga-bbm-naik-pengemudi-ojol-dapat-bantuan-sembako-bahagia-mPnVX2GnLv.jpg Pengemudi Ojol bagahia dapat bantuan beras (Foto :MPI)

MALANG - Sejumlah pengemudi ojek online dan sopir angkutan umum tampak bahagia mendapat bantuan sembako dari Polres Malang. Bantuan ini diberikan sebagai dampak dari kenaikan harga BBM sepekan lalu.

Zainul Arifin selaku perwakilan ojek online menuturkan, kebahagiaan dan rasa syukurnya karena merasa terbantu akan sembako yang diberikan oleh Polres Malang. Apalagi bantuan ini dirasa cukup meringankan beban di tengah kenaikan harga BBM dan sejumlah komoditi pangan lainnya.

"Terima kasih sebesar-besarnya kepada Polres Malang, Alhamdulillah ini bisa untuk makan sehari-hari kedepan" ucap, Zainul Arifin asal Kecamatan Ngajum ini, pada Jumat sore (9/9/2022) seusai menerima bantuan dari Kapolres Malang.

Hal serupa disampaikan Sigit, perwakilan sopir angkutan umum yang merasa terbantu dengan adanya pemberian bantuan sembako dari Polres Malang. Apalagi kenaikan harga BBM belum diiringi kenaikan harga angkotnya yang membuat pendapatannya menyusut.

"Terima kasih kepada Polres Malang atas bantuan Sembako, ini sangat membantu kami dan sangat berharga sekali bagi kami," kata Sigit.

Seorang warga Kepanjen bernama Hendri juga cukup bahagia dan bersyukur mendapat bantuan sembako dari Kapolres Malang. Menurutnya, apa yang dilakukan Polres Malang ini sangatlah membantunya, terlebih saat ini masyarakat sedang di waktu menyesuaikan kenaikan harga BBM.

"Alhamdulillah cukup membantu apalagi harga kebutuhan pokok yang naik kayak gini," tuturnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dirinya pun menceritakan kilas balik dilipihnya Kompas sebagai nama surat kabar. "Dahulu, Kompas sebenarnya hendak diberi nama Bentara Rakyat. Namun Bung Karno memberi usul nama Kompas, karena kompas adalah penunjuk arah dan jalan," ujarnya.

Karana itu dirinya berharap, filosofi nama Kompas terus dijaga. Apabila sebuah kompas berfungsi baik, maka kita lancar dan selamat mengarungi perjalanan. Apabila jarumnya terpengaruh oleh magnet (polar), maka ia tak lagi dapat menjadi penunjuk arah.

"Saya memilih mempercayai penjelasan pemimpin di Kompas dan, walau banyak yg menyarankan, saya memilih tidak membawa masalah ini kepada Dewan Pers. Namun, saya memilih tetap menyampaikan catatan ini pada publik agar bisa menjadi pengingat bagi kita semua dalam bernegara dan berdemokrasi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini