Share

Kesaksian Mengejutkan Bripka RR, Tak Tahu Soal Pelecehan hingga Tolak Perintah Sambo

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 09 September 2022 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 337 2663978 kesaksian-mengejutkan-bripka-rr-tak-tahu-soal-pelecehan-hingga-tolak-perintah-sambo-EMqXmAPcaW.jpg Ferdy Sambo saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J/ Foto: Antara

JAKARTA - Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR akhirnya buka-bukaan terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, setelah sempat mengikuti skenario yang disusun oleh Irjen Ferdy Sambo. 

Bripka RR pun membagikan kesaksian terbarunya melalui kuasa hukumnya, yaitu Erman Umar.

1. Putri sempat ngobrol usai 'mengaku' dilecehkan Yosua

 

Menurut Bripka RR, Putri Candrawathi sempat memintanya untuk mempertemukan dia dengan Brigadir Yosua, usai peristiwa pelecehan seksual yang diklaim oleh Putri. Putri dan Yosua pun mengobrol 4 mata selama 15 menit.

 BACA JUGA:Hari Ini Pilot-Copilot Bonanza TNI AL Dimakamkan Secara Militer di Taman Makam Bahagia

2. Tak tahu soal pelecehan

Bripka RR mengaku tak tahu ada peristiwa pelecehan yang dialami Putri. Pasalnya, saat di Magelang pada 7 Juli 2022, dia dan Bharada Richard Eliezer atau Baharada E sempat keluar untuk mengantarkan barang-barang putra Ferdy Sambo ke SMA Taruna Nusantara. Selain itu mereka juga pergi ke alun-alun Magelang.

3. Tiba-tiba ditelepon Putri

Saat masih berada di alun-alun, tiba-tiba Bharada E mendapatkan telepon dari Putri dan meminta mereka segera pulang. Mereka pun pulang. Saat di rumah dia tak melihat ada orang di lantai 1. Mereka pun naik ke lantai 2 dan mendapati ART Susi menangis dalam keadaan duduk, sementara Kuat Ma'ruf dalam kondisi tegang dan panik. Dia pun bertanya ke Kuat apa yang terjadi.

 BACA JUGA:Fakta-Fakta Surya Darmadi Tolak Disebut Korupsi Ratusan Triliun

4. Kuat menceritakan soal pelecehan

Kuat bilang, dirinya melihat Brigadir Yosua di tangga dan kabur saat ditegur. Dia lalu meminta Susi memeriksa keadaan Putri. Saat diperiksa, Putri sudah tergeletak di kamar mandi lantai 2.

5. Yosua diancam Kuat dengan Pisau

Namun, sejurus kemudian Bripka RR melihat Brigadir Yosua kembali hendak masuk untuk memberikan penjelasan sembari menangis, namun dilarang Kuat dengan pisau. Ricky pun diminta Kuat melihat kondisi Putri, saat itu Putri sudah berbaring di tempat tidur.

6. Putri minta bertemu Yosua

Ricky lalu menanyakan peristiwa yang terjadi kepada Putri. Namun Putri tidak menjawab pertanyaan tersebut dan menanyakan di mana Yosua. Sebelum memanggil Yosua, Ricky dan Bharada E berinisiatif mengamankan senjata di kamar ADC lantai 1 ke kamar Sambo di lantai 2. Senjata itu berupa laras panjang dan pendek.

Dia takut senjata itu akan dipakai oleh Yosua, karena sempat diancam Kuat dengan pisau. Baru kemudian Ricky mencari Yosua yang saat itu ada di depan rumah.

Follow Berita Okezone di Google News

Ricky juga mengaku bahwa dia sempat bertanya ke Yosua tentang kejadian di rumah tersebut. Namun Yosua tidak menjawab dan malah heran kenapa Kuat marah. Ricky pun lalu diantarkan bertemu Putri di kamar lantai 2.

Di kamar itu, Yosua duduk di bawah, sedangkan Putri berbaring di kasur. Ricky yang menunggu di luar tak mendengar apa percakapan yang terjadi di dalam.

 BACA JUGA:Pengacara: Bripka Ricky Rizal Korban Keadaan Skenario Ferdy Sambo

7. Yosua tak mau menceritakan masalahnya

Usai pertemuan yang berlangsung selama 15 menit itu, Ricky pun kembali menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, Yosua enggan menjelaskan. Setelah itu, Yosua tidur satu kamar dengan Bharada E. Sedangkan, Ricky tidur di ruang tengah dengan Kuat.

Peristiwa di Duren Tiga

8. Ricky tolak perintah Sambo tembak Yosua

Bripka RR mengaku diminta Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Yosua. Merespons perintah itu, Ricky menolak dengaan alasan tak berani dan tak kuat mental.

Kesediaan Ricky menembak Yosua ditanya Sambo di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel).

9. Sambo tanya kejadian di Magelang

Ricky pun sempat ditanya oleh sambo perihal peristiwa yang terjadi di Magelang. Namun, Ricky menjawab tidak tahu. Saat itu, Sambo bilang bahwa Putri dilecehkan Yosua> Sambo bercerita sambil menangis.

Selanjutnya, Ricky diminta memanggil Bharada E. Dia pun turun ke lantai 1 dan memanggil Bharada E untuk menghadap Irjen Sambo.

10. Sebelum dieksekusi Ferdy Sambo suruh Yosua Jongkok

Kelima tersangka lalu bergeser dari rumah di Jalan Saguling ke rumah dinas Duren Tiga. Bripka RR menjelaskan, dia diminta Kuat Ma'ruf menghampiri Brigadir Yosua yang sedang berada di taman samping.

Mereka bertiga lalu menghadap Ferdy Sambo di ruang tengah rumah dinas. Di sana juga ada Bharada E.

Ricky ingat bahwa saat itu Yosua diminta jongkok oleh Sambo, namun dia menolak dan hanya mundur sambil mengangkat kedua tangan ke depan dada.

Selepas itu, Bharada E pun melepaskan tembakan yang membuat Yosua tersungkur di dekat tangga.

Adapun, Bripka RR merupakan salah satu tersangka pembunuhan berencana Brigadir J. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, sopir sekaligus ART Ferdy Sambo bernama Kuat Ma'ruf, dan istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi.

Kelimanya dijerat Pasal 340 juncto Pasal 338, dan/atau Pasal 55, 56 KUHP. Ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini