Share

4 Tokoh Militer yang Kariernya Kian Cemerlang Setelah G30S PKI

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 09 September 2022 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 08 337 2663503 4-tokoh-militer-yang-kariernya-kian-cemerlang-setelah-g30s-pki-BitKa06OBK.jpg Soeharto, salah satu tokoh penumpasan G30SPKI. (Ist)

PERISTIWA G30S PKI akan selalu terkenang dalam ingatan masyarakat Indonesia. Peristiwa berdarah yang menewaskan tujuh perwira itu telah menoreh tinta hitam dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Setelah peristiwa tersebut, kejayaan PKI mendadak tumbang. Seluruh pihak yang terlibat diberantas dan dilumpuhkan militer Indonesia. Di balik usaha para militer, terdapat tokoh-tokoh utama yang memimpin dan memiliki peran besar dalam mengatasi pengkhianatan PKI.

Berkat perannya tersebut, para tokoh ini bahkan mendapati karier yang semakin tinggi. Berikut tokoh-tokoh Indonesia yang kariernya semakin cemerlang usai peristiwa G30S PKI, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (9/9/2022) :

1. Soeharto

Saat peristiwa G30S PKI, Soeharto menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Dialah yang memberi komando atas penumpasan tokoh-tokoh yang terlibat dalam G30S PKI. Melalui siaran yang dilakukan dari gedung Pusat Telekamunikasi dan RRI, Soeharto memberi tahu rakyat mengenai apa yang sedang terjadi dan langkah-langkah yang akan dia ambil.

Soeharto juga memerintahkan untuk mengambil alih bandara Halim Perdana Kusuma. Hal itu dia lakukan karena tempat itu adalah pusat komando pemimpin G30S, yang kebanyakan adalah anggota AU.

Usai meredakan peristiwa mencekam itu, nama Soeharto semakin gemilang hingga dapat mengantarnya sampai kursi kepresidenan. Gerakan 30 September 1965 seperti menjadi penanda akan berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan naiknya Orde Baru dengan Soeharto menjadi presiden.

Follow Berita Okezone di Google News

2. AH Nasution

AH Nasution merupakan satu-satunya jenderal yang berhasil selamat dalam upaya penculikan pasukan G30S PKI. Dia berhasil selamat dengan lari melompati tembok belakang rumahnya.

Nahas, sang putri, Ade Irma Suryani harus tewas akibat tembakan tiga peluru oleh pasukan Cakrabirawa. Setelah itu, Nasution pergi ke Departemen Pertahanan dan Keamanan untuk mencari tempat berlindung. Nasution menghubungi Soeharto di Markas Kostrad dam mengabari bahwa dia selamat.

Dalam upaya penumpasan PKI, Nasution menyuruh Soeharto untuk melakukan beberapa langkah, seperti mencari tahu keberadaan presiden, menghubungi Panglima Angkatan Laut RE Martadinata, Komandan Korps Marinir R Hartono serta Kepala Kepolisian Soetjipto Joedodihardjo, dan menutup semua jalan yang mengarah ke Jakarta. Soeharto pun menerapkan perintah Nasution dalam rencananya sebagai komando tentara.

Atas jasa dan perjuangannya dalam menjaga keutuhan NKRI, AH Nasution dianugerahi pangkat Jenderal Besar Bintang Lima pada 5 Oktober 1997, bertepatan dengan Hari ABRI. Jenderal AH Nasution tutup usia pada 5 September 2000. Dua tahun setelahnya, dia diberi gelar pahlawan Nasional sesuai dengan SK Presiden Nomor 73 tahun 2002.

3. Sarwo Edhie Wibowo

Letnan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo merupakan salah satu tokoh yang berjasa dalam penumpasan Patai Komunis Indonesia. Ayah dari mantan ibu negara Ani Yudhoyono ini merupakan Kepala Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Di bawah komando Soeharto, Sarwo bersama pasukannya ditugaskan untuk merebut Gedung RRI dan pangkalan udara Halim Perdana Kusuma. Dengan sedikit pertempuran, Sarwo dan pasukannya berhasil merebut dua tempat itu.

Tidak berhenti sampai di situ, Sarwo bersama pasukan RPKAD juga berhasil meringkus para terduga gerakan 30 September di Jawa Tengah.

Pada masa awal Orde Baru, Sarwo diangkat menjadi Panglima Kodam II/Bukit Barisan di Sumatera. Di tahun 70-an, Sarwo kembali mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Gubernur Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) di Magelang. Kariernya terus menanjak hingga dia ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan pada tahun 1974 sampai 1976.

4. Umar Wirahadikusumah

Satu lagi tokoh yang mempunyai karier cemerlang usai G30S PKI adalah Umar Wirahadikusumah. Dia merupakan seseorang berdarah biru yang lahir dari bangsawan Sunda. Karier Umar sudah melejit kala mengatasi pemberontakan PKI di Madiun.

Pemberontakan itu dapat diredakan berkat pasukan Kodam III Siliwangi, tempat Umar bertugas. Saat G30S PKI meletus, Umar sedang menjabat menjadi Pangdam Jaya. Dengan segala usahanya, Umar terus berusaha mempertahankan keamanan di wilayah Ibu Kota.

Usai gerakan PKI reda, karier Umar semakin melejit. Di tahun 1965, Umar diangkat menjadi Pangkostrad. Lalu, Umar diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1969 sampai 1973. Tak berhenti sampai di situ, Umar kembali mengalami penanjakan karier dengan dipercaya sebagai Ketua BPK.

Puncak kariernya terjadi saat dia terpilih menjadi wakil presiden berpasangan dengan Presiden Soeharto di tahun 1983. Sebagai bentuk penghargaan, nama Umar Wirahadikusumah diabadikan sebagai nama gedung di Makodam Jaya. (Diolah dari berbagai sumber/Litbang MPI/Mirsya Anandari Utami)

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini