Share

Hari Udara Bersih 2022, Pemerintah: Kepedulian Masyarakat Semakin Tinggi Jaga Lingkungan

Andika Shaputra, Okezone · Rabu 07 September 2022 23:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 337 2663074 hari-udara-bersih-2022-pemerintah-kepedulian-masyarakat-semakin-tinggi-jaga-lingkungan-K2vkKVqsSH.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Pemerintah meminta keterlibatan peran serta masyarakat, khususnya generasi muda dalam upaya mencapai kualitas udara yang lebih baik.

 (Baca juga: Turunkan Emisi Karbon, KLHK Tanam Pohon di Kalteng)

Demikian diutarakan Sesditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Tulus Laksono saat memperingati Hari Udara Bersih Internasional untuk Langit Biru 2022.

"Kita harus lebih memasyarakatkan Hari Udara Bersih, supaya semua masyarakat merasa bertanggung jawab dan menjaga kualitas udara," kata Tulus di Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Tulus menambahkan, dengan melihat semakin tingginya kepedulian masyarakat, seharusnya target mencapai kualitas udara, seharusnya lebih mudah dicapai.

ist

"Tentunya dengan animo dan kepedulian masyarakat yang lebih tinggi, terutama para generasi muda, targetnya akan lebih mudah dicapai. Karena sejatinya, udara dan semua lingkungan ini merupakan pinjaman dari generasi setelah kita. Sehingga perlu jaga kualitasnya dengan baik," terangnya.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara, Luckmi Purwandari mengharapkan Hari Udara Bersih Internasional ini dapat menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang udara bersih.

"Saya mengharapkan warga Indonesia menyadari bahwa udara bersih adalah hak kita bersama dan sekaligus menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya," kata Luckmi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Oleh karena itu, untuk mewujudkannya, dibutuhkan sinergi, kolaborasi dan kerjasama semua pihak. Termasuk peran media sosial.

"Semua pihak harus terlibat. Baik itu pemerintah, masyarakat atau komunitas, pelaku usaha, civitas akademi, dan media sosial. Harus bersinergi dan bersama sama, terus menerus dan tidak berhenti untuk mewujudkan udara yang lebih bersih. Sehingga betul betul menjadi budaya bangsa Indonesia,"ungkapnya.

Ia mengharapkan untuk kedepannya, semakin banyak praktik-praktik perbaikan kualitas udara yang dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Seperti contoh siswa siswi SD SMP SMA bersepeda ke sekolah karena ada zonasi sekolah jadi jaraknya tidak terlalu jauh, sekolah yang ramah pesepeda, kab/kota ramah pesepeda, banyak warga yang lebih senang menggunakan transportasi publik, bertambahnya ruang terbuka hijau, dan zona low emision.

"Usaha atau kegiatan yang menghasilkan emisi baik gas maupun debu dapat konsisten mengendalikan dan mengurangi beban emisi yang dihasilkannya," tutupnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini