Share

5 Fakta Pesawat TNI AL Jatuh, Terjadi saat Latihan

Tim Okezone, Okezone · Kamis 08 September 2022 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 337 2662975 5-fakta-pesawat-tni-al-jatuh-terjadi-saat-latihan-y9lXi95vhr.jpg Ilustrasi pesawat Bonanza (Foto: Sindo/Istimewa)

JAKARTA - Kecelakaan pesawat kembali terjadi, kami ini melibatkan pesawat milik TNI AL jenis G-36 Bonanza T-2503. Pesawat tersebut jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Berikut sejumlah fakta terkait kecelakaan pesawat tersebut:

1. Kecelakaan Terjadi saat Konvoi Latihan

Berdasarkan keterangan dari Dispen Koarmada II, Rabu (7/9/2022). Pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat Konvoi KRI melaksanakan latihan Anti Serangan Udara (Air Defense Exercise), dalam hal ini Bonanza berperan sebagai penyerang.

2. Hilang Kontak 10 Menit Usai Lepas Landas

Pesawat tercatat lepas landas (take off) dari Bandara Juanda, Surabaya. Pesawat Jenis G36 Bonanza ini lepas landas pada pukul 08.45 WIB.

“Pada pukul 08.45 WIB pesawat latih milik TNI AL henis Bonanza G-36 take off dari bandara Juanda dengan rute Sub (Armada) Loc Area-Sub,” kata Dwika dalam konferensi pers, Rabu (7/9/2022).

Sepuluh menit setelah take off, pesawat dikabarkan hilang kontak. Adapun lokasinya saat itu berada di Laut Selat Madura di antara Bangkalan Madura dan Gresik.

3. Jatuh di Selat Madura

Pesawat G-36 Bonanza milik TNI AL jatuh di Selat Madura dalam kegiatan latihan antiserangan udara pada Rabu (7/9/2022) pagi. Dugaan lokasi jatuhnya pesawat telah ditemukan. Pesawat ditemukan pada kedalaman 10-15 meter.

Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan awalnya mengatakan, dugaan keberadaan titik jatuh telah didapatkan di Selat Madura. Dugaan lokasi jatuh didapatkan dari gambar sonar yang ditampilkan dari Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

"Memang secara gambar yang ada di sonar itu bentuknya hanya siluet (pesawat). Masih terlihat bentuk pesawatnya di kedalaman antara 10-15 meter," ucap Dwika dalam konferensi pers, Rabu (7/9/2022).

4. Tidak Ada Kursi Lontar

Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan mengatakan pesawat G-36 Bonanza milik TNI AL yang jatuh di Selat Madura tidak dilengkapi kursi lontar. Dwika memastikan tak adanya kursi lontar merupakan desain awal dari pembuatan pesawat tersebut.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Jenis pesawat bonanza ini memang pesawat latih yang juga sebagai pesawat transport atau Pesawat ringan yang tidak dilengkapi kursi lontar. Sehingga Memang secara desain tisak dilengkapi kursi lontar," jeals Dwika dalam konferensi pers, Rabu (7/9/2022).

Dijelaskan Dwika, pesawat yang sedang menggelar latihan anti serangan udara itu mengangkut dua awak yaitu pilot Letnan Satu (p) Yudhistira Eka Parmadi dan Copilot Letnan Dua (p) Dendi Kresna Bhakti. Perkembangan terakhir pun dugaan lokasi pesawat jatuh telah ditemukan dari gambar sonar yang ditangkap.

5. Terdeteksi Siluet Sonar Kapal SAR

Kapal SAR telah berhasil mendeteksi badan Pesawat Udara (pesud) jenis G-36 Bonanza T-2503 yang jatuh di perairan Selat Madura.

"Berdasarkan perkembangan informasi di lapangan, telah ditemukan titik yang diduga sebagai pesawat tersebut berdasarkan siluet sonar kapal SAR," terang Dwika saat konfrensi pers, Rabu (7/9/2022).

Dalam melakukan operasi SAR itu, kata Dwika, pihaknya telah mengerahkan tujuh unit KRI, satu Pesud CN235, dua helikopter.

Kemudian dua KAL, dua Tim Kopaska, dan dua Tim Penyelam untuk mencari pesawat tersebut. "Kegiatan SAR dipimpin langsung oleh Pangkoarmada II dan Komandan Guspurla Koarmada II," terang Dwika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini