Share

5 Fakta Kasus Santri Meninggal di Ponpes Gontor, Polisi Sita Becak

Tim Okezone, Okezone · Kamis 08 September 2022 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 337 2662698 5-fakta-kasus-santri-meninggal-di-ponpes-gontor-polisi-sita-becak-kubD12MyGd.jpg Polisi sita becak terkait kasus penganiayaan yang menewaskan santri Gontor (Foto: iNews)

JAKARTA - Albar Mahdi, santri kelas 5 atau setara kelas 11 SMA asal Palembang yang tewas diduga dianiaya seniornya di Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor Ponorogo, Jawa Timur. Terkait kasus tersebut, polisi menyita becak sebagai alat bukti.

Becak tersebut digunakan untuk mengangkut korban dari Ponpes Gontor ke RS Yasfin, salah satu unit usaha milik Pondok Darussalam Gontor ke rumah sakit sekitar 500 meter dari ponpes dan masih berada di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo.

Berikut 5 fakta terkait penganiayaan yang terjadi di Ponpes Gontor:

1. Becak Disita

Kaporles Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo, menjelaskan becak tersebut disita dan menjadi alat bukti setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain becak, polisi menyita bekas wadah air minum.

Sebagaimana diketahui, polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Ponpes Gontor, lokasi kekerasan yang menyebabkan Albar Mahdi meninggal dunia. Olah TKP dilakukan di ruangan, tempat penganiayaan, dan di rumah sakit. Usai olah TKP, sejumlah alat bukti disita.

2. Ibu Koban Curiga Anaknya Menggingal Tak Wajar

Ibu korban, Soimah, curiga anaknya meninggal tidak wajar. Kasus mencuat setelah ibu korban bertemu dengan pengacara Hotman Paris di Palembang pada 4 September 2022.

Dalam unggahan video dari akun instagramnya, Hotman Paris meminta agar kasus dugaan penganiayaan ini diusut. Usai unggahan video tersebut, polisi turun tangan. Ternyata kasus tersebut tidak dilaporkan ke kepolisian. Kini kasusnya dilaporkan ke Polres Ponorogo dan dalam proses penyidikan.

3. Mahfud MD Angkat Bicara

Menkopolhukam Mahfud MD turut menanggapi kasus dugaan penganiayaan hingga tewas yang menimpa santri Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor, AM.

Mahfud menyatakan, kasus tersebut kini telah dalam proses hukum. Terlebih, kata dia, pihak ponpes pun sudah menyatakan tunduk pada proses hukum.

"Enggak apa-apa kan ada hukumnya, ya kan Gontor sudah bicara tunduk pada proses hukum," ujar Mahfud di Bandung.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

4. Hotman Paris Dampingi Keluarga Korban

Keluarga korban sempat memutuskan tidak melanjutkan proses hukum pun didasari beberapa pertimbangan, salah satunya penyelesaian yang akan difasilitasi oleh Ponpes Gontor 1.

"Intinya kami ingin pelaku dan keluarganya untuk duduk satu meja, ingin tahu kronologi hingga meninggalnya anak kami," kata Soimah, ibu korban.

"Tapi sampai sekarang, belum ada kabar dari surat yang kami sampaikan ke pondok pesantren selaku keluarga korban. Saya tidak ingin perjuangan anak saya Albar Mahdi siswa Kelas 5i Gontor 1 Ponorogo sia-sia," imbuhnya.

Setelah bertemu dengan Hotman Paris, Soimah dan keluarga diminta untuk melaporkan hal tersebut ke Polda Jatim. "Saya akan mendampingi ibu Soimah, ibunda dari Albar Mahdi, setelah laporan dibuat," ujar Hotman Paris

5. Menag Ancam Cabut Izin Ponpes Gontor

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas buka suara soal kasus tewasnya Albar Mahdi, santri kelas 5 atau setara kelas 11 SMA di Pondok Modern Darussalam Gontor 1, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak. Albar tewas diduga dianiaya.

Menurut Yaqut jika hal tersebut terbukti adanya dugaan kekerasan terhadap santri. Maka dirinya akan melakukan pencabutan izin operasional pesantren.

"Yang bisa kita lakukan adalah jika itu terbukti secara sistematis pesantren melakukan kekerasan, pelecehan dan seterusnya, kita cabut izin operasional nya. Karena izin operasional pesantren itu ada di kemenag," kata Menag usai Acara Bincang Kebangsaan di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini