Share

5 Tokoh Paling Berpengaruh di Uni Soviet, dari Lenin hingga Stalin

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 07 September 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 337 2661839 5-tokoh-paling-berpengaruh-di-uni-soviet-dari-lenin-hingga-stalin-noNEkc8Vv3.jpg Vladimir Lenin (Foto: BBC)

JAKARTA - Uni Soviet adalah federasi beberapa negara yang terbentang dari Laut Baltik hingga Samudra Pasifik. Negara yang menganut sistem ideologi komunis ini pernah menjadi negara adidaya yang bersaing dengan Amerika Serikat. Persaingan inilah yang mendasari Perang Dingin antara kedua negara. Kemudian pada tahun 1991, Uni Soviet mengalami keruntuhan dan pecah menjadi 15 negara, di antaranya ada Armenia, Azerbaijan, dan Belarus.

Di balik masa-masa jaya Uni Soviet, terdapat beberapa tokoh yang memiliki pengaruh kuat dalam negara. Berikut deretan para tokoh berpengaruh di Uni Soviet.

1. Vladimir Lenin

Vladimir Lenin merupakan salah satu tokoh yang paling dikenal dalam sejarah Uni Soviet. Dia dikenal sebagai pendiri Uni Soviet. Lenin adalah pendorong gerakan revolusioner dengan membentuk Gerakan Bolshevik dari pecahan Partai Pekerja Sosial Demokratik Rusia. Di bawah kepemimpinannya, pasukan Bolshevik berhasil menggulingkan Kekaisaran Rusia dan mengambil alih pemerintahan. Lenin pun naik menjadi pemimpin dan mendirikan negara Republik Sosialis Uni Soviet (USSR) pada 1922. Dia memerintah selama dua tahun hingga akhir hayatnya.

Baca juga: Dikenal Sebagai Negarawan yang Unik, Dunia Internasional Berduka Atas Meninggalnya Mikhail Gorbachev

2. Joseph Stalin

Tokoh Uni Soviet selanjutnya adalah Joseph Stalin yang menjadi salah satu tokoh kontroversial dalam sejarah pemerintahan Uni Soviet. Bersama Lenin, Stalin turut melakukan kudeta untuk meruntuhkan pemerintahan Kekaisaran Rusia. Setelah Lenin wafat, Stalin naik menjadi pemimpin dan membuat ideologi politiknya sendiri bernama Stalinisme. Selain menjadi pemimpin, Stalin juga menjadi tokoh yang menguasai salah satu ekonomi terbesar di dunia. Di tangannya, Uni Soviet berhasil menguasai 9,5 persen perekonomian dunia.

Baca juga: Mikhail Gorbachev Meninggal, PBB Ucapkan Belasungkawa

Follow Berita Okezone di Google News

3. Georgy Zhukov

Georgy Zhukov adalah seorang marsekal Uni Soviet yang mempunyai peran penting dalam Perang Dunia II. Zhukov telah memimpin berbagai serangan selama masa Perang Dunia II. Dia turut mengambil bagian dalam Perang Kursk pada Juli 1943 dengan mengerahkan para tentara Soviet ke seluruh Ukraina. Pada 8 Mei 1945, ia mewakili Uni Soviet pada penyerahan resmi Jerman kepada Uni Soviet. Setelah Stalin meninggal, Zhukov diangkat menjadi Wakil Menteri Pertahanan pada 1953 bersama Nikolay Bulganin. Barulah setelah Nikolay Bulganin naik menjadi pemimpin Uni Soviet, Zhukov naik menjadi menteri pertahanan.

4. Mikhail Gorbachev

Mikhail Gorbachev merupakan pemimpin terakhir Uni Soviet yang dikenal akibat kebijakan luar negerinya. Di bawah pemerintahannya, Uni Soviet membangun hubungan yang signifikan dengan negara-negara barat dan Gorbachev berhasil menghentikan Perang Dingin. Dia juga menarik pasukan Uni Soviet dari Afghanistan. Atas jasanya ini, Mikhail Gorbachev dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1990.

Saat menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis Soviet di tahun 1985, Gorbachev membuat kebijakan glasnost (kebebasan berbicara) dan perestroika (restrukturasi). Kedua kebijakan inilah yang memicu runtuhnya Uni Soviet dan pecah menjadi 15 negara. Pada Selasa (30/8/2022), kantor berita Rusia melaporkan wafatnya sang mantan presiden Mikhail Gorbachev di umurnya yang ke-91 tahun.

5. Leonid Brezhnev

Leonid Brezhnev adalah pemimpin Uni Soviet yang menjabat selama 18 tahun. Dia menjadi pemimpin Soviet terlama setelah Stalin. Setelah berhasil menggulingkan Khrushchev dari kekuasaannya, Brezhnev muncul sebagai sosok yang memimpin Uni Soviet. Leonid Brezhnev dikenal dengan kebijakan luar negerinya yang diberi nama “Doktrin Brezhnev”.

Doktrin ini memberikan wewenang pada Uni Soviet untuk menginvasi negara-negara komunis yang terancam oleh negara lain. Doktrin inilah yang menjadi dasar invasi Soviet atas Afghanistan. Uni Soviet berusaha menopang pemerintah komunis Afghanistan dalam pertempurannya dengan gerilyawan Muslim antikomunis. Setelah kematiannya, Doktrin Brezhnev tetap berlaku hingga Mikhail Gorbachev menghentikannya dengan menarik pasukan Soviet dari Afghanistan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini