Share

Panglima TNI Siap Terbuka dengan Komnas HAM dan LPSK untuk Usut Kasus Mutilasi di Papua

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Senin 05 September 2022 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 337 2661372 panglima-tni-siap-terbuka-dengan-komnas-ham-dan-lpsk-untuk-usut-kasus-mutilasi-di-papua-BVf8vYWWhT.jpg Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Foto: Okezone)

JAKARTA - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Andika Perkasa menyatakan terbuka dengan Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengusut secara bersama kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap empat warga Nduga di Kabupaten Mimika, Papua.

"Saya terbuka dengan siapapun dengan LPSK Komnas HAM semuanya kami terbuka," kata Andika saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022).

Andika menegaskan pihaknya tidak sama sekali menghalangi proses penyidikan yang tengah berlangsung. Bahkan, sambungnya, TNI sangat akomodatif terkait penanganan perkara.

"Kami tidak perlu didorong oleh siapapun, tapi saya tetap mengawal (kasus) yang sejak 2 tahun lalu saja itu kita kawal, itu sudah berkekuatan hukum tetap saat itu, bayangkan. Tetapi bagi saya itu tidak memenuhi rasa keadilan karena kemungkinan besar ada intervensi," terang Andika.

Kendati demikian, Andika menjami proses penanganan perkara akan dpaat memberikan rasa adil terhadap para korban. "Mereka-mereka yang perlu diberikan keadilan. Jadi itu sudah jelas, apalagi ini yang terbaru, yang 2 tahun lalu masih saya kawal," katanya.

"Selama saya memimpin saya akan tegakkan," tegas Andika.

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya, Polres Mimika yang dibackup Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Papua berhasil mengamankan 3 dari 9 pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap empat warga asli Papua asal Kabupaten Nduga, yang terjadi di Timika, ibu kota kabupaten Mimika, pada 22 Agustus 2022.

Selain itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai puluhan juta rupiah dan satu pucuk senjata api laras pendek dari tangan para pelaku.

Sedangkan enam pelaku lainnya yang berhasil diamankan telah diserahkan kepada pihak Sub Den Pom Timika karena mereka merupakan Prajurit TNI dari Brigif 20/IMJ Kostrad.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini