Share

BNPB: Terjadi 46 Kali Kejadian Bencana Selama Sepekan, 98% Bencana Hidrometeorologi Basah

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 05 September 2022 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 337 2661314 bnpb-terjadi-46-kali-kejadian-bencana-selama-sepekan-98-bencana-hidrometeorologi-basah-MAgrWt7Ugj.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 46 kali kejadian bencana selama sepekan terakhir, atau periode 29 Agustus sampai 4 September 2022. Dimana 98% kejadiannya adalah bencana hidrometeorologi basah.

“Di kurun waktu 29 Agustus sampai 4 September 2022 kita punya 46 kali kejadian bencana. 46 kali kejadian ini mungkin catatan kita yang paling banyak selama satu Minggu,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (5/9/2022).

 BACA JUGA:31 Bencana Menimpa Bogor Selama Hujan Deras Hari Ini

“Biasa kita punya kalau kita kembali lagi ke disaster briefing berapa waktu yang lalu 19, 20-an, kemudian terakhir Minggu lalu kita anggap sudah banyak 37 kali kejadian bencana, ternyata Minggu ini kita 46 kali kejadian bencana dalam satu minggu,” kata Aam sapaan akrabnya.

Aam mengatakan, kejadian banjir 25 kali, cuaca ekstrem 13 kali, tanah longsor 5 kali, kebakaran hutan dan lahan 2 kali, dan gempa bumi 1 kali.

 BACA JUGA:2.372 Bencana Alam Terjadi Selama Januari-Agustus 2022, Banjir hingga Kekeringan

“Untuk banjir saja kita punya 25 kali, cuaca ekstrem 13 kali. Artinya memang 98% nya ini kategorinya soal bencana hidrometeorologi, khususnya hidrometeorologi basah,” bebernya.

“Nah, dua minggu yang lalu, berturut-turut turut dua minggu, kebakaran hutan dan lahan lebih banyak daripada banjir, tetapi kemudian di akhir Agustus dan awal September ini sudah dua minggu berturut-turut hidrometeorologi basah, kemudian kembali lagi paling dominan kebakaran hutan minggu ini kita cuma punya dua kali, sedangkan cuaca ekstrem angin puting, puting beliung, angin kencang disertai hujan dan banjir itu mendominasi,” papar Aam.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Aam mengungkapkan, meskipun belum waktunya musim hujan, BMKG telah menyampaikan waspada awal musim hujan mungkin berlangsung atau terjadi lebih cepat.

“Nah ini yang menang memang kita rasakan pada laporan kejadian bencana yang mana kita sebenarnya masih dalam musim awal musim peralihan, sebenarnya jadi siklus musim di Indonesia itu musim hujan itu biasanya jadi Desember Januari, Februari, Maret sudah mulai peralihan, tapi September Oktober November itu kita peralihan dari kemarau ke hujan,” tuturnya.

“Tetapi di awal peralihan ini pun ternyata hidrometeorologi basah sangat luar biasa 98% dengan frekuensi kejadian dalam satu minggu yang kemudian terus naik. Kita harapkan mungkin minggu depan minggu ini tidak tidak naik lagi,” ungkap Aam.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini