Share

Komnas HAM: Kasus Mutilasi Warga Sipil di Papua Akibat Maraknya Jual Beli Senjata

Martin Ronaldo, MNC Portal · Senin 05 September 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 337 2661209 komnas-ham-kasus-mutilasi-warga-sipil-di-papua-akibat-maraknya-jual-beli-senjata-YjUIrxRLNx.jpg Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut maraknya konflik di wilayah Papua disebabkan perdagangan senjata yang dilakukan oleh aparat.

Komnas HAM menduga kasus mutilasi warga yang dilakukan oknum prajurit TNI lantaran maraknya jual beli senjata.

"Kami sedang menyelidiki hal tersebut (isu jual beli senjata), begini, karena apa? Ini penting soalnya supaya diletakan dalam konteks yang lebih besar. Siklus kekerasan di Papua ini-kan salah satunya, juga banyak disebabkan karena jual beli senjata," kata Beka saat ditemui wartawan di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (5/9/2022).

Beka menerangkan, di kawasan Papua sangat mudah untuk mendapatkan senjata. Hal ini tidak terlepas dari perilaku oknum aparat yang memperjualbelikan senjata api tersebut.

"Mudahnya orang mendapatkan akses senjata dan juga salah satunya ya dari aparat. Makanya penting saya kira ini diusut tuntas," jelas Beka.

"Sehingga menimbulkan efek jera dan juga mereka yang terlibat kemudian bisa dihukum dan nantinya ke depan kan tidak ada lagi begitu jual beli senjata," sambungnya.

Baca juga: Kasus Ferdy Sambo Bak Tumor, Komnas HAM Bakal Ajukan Reformasi Polri ke Presiden

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto pasal 55, 56 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Baca juga: Viral! Prajurit TNI Ini Disangka Adik Ferdy Sambo karena Namanya Mirip

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(fkh)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini