Share

5 Fakta Pengakuan Ibu Bhayangkari Tertangkap Selingkuh, Kerap Jadi Korban KDRT

Tim Okezone, Okezone · Minggu 04 September 2022 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 04 337 2660407 5-fakta-pengakuan-ibu-bhayangkari-tertangkap-selingkuh-kerap-jadi-korban-kdrt-XzOXAHOXgX.jpeg EF mengungkapkan kondisi biduk rumah tangganya. (Foto: MPI)

PALEMBANG - Kasus perselingkuhan istri polisi di Palembang dengan anak kepala desa (kades) setempat menghebohkan masyarakat. Terlebih, video penggerebekan tersebar luas.

Oknum Bhayangkari berinisial EF (23) yang digerebek suaminya AP (24) lantas buka suara dan mengungkapkan kehidupan rumah tangganya selama ini dibayangi banyak masalah dan KDRT.

Berikut sejumlah faktanya.

1. Tak Akur Sejak Awal Menikah

EF kini sudah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Namun EF masih menjalani wajib lapor sebanyak 2 kaki setiap minggu di Polsek IB I Palembang.

Saat ditemui di rumah orangtuanya, EF menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sebelum dirinya ditangkap basah di dalam kamar hotel bintang 5 di Palembang bersama MI, pria idamannya.

Diceritakan EF yang telah memiliki anak dari pernikahannya dengan AP (24), memang awal sebelum menikah, sudah ada tanda-tanda ketidakharmonisan dari pihak mertuanya sampai berjalannya resepsi pernikahan.

Baca juga:  Istri Polisi Digerebek Indehoy dengan Anak Kades, Cairan Sperma di Sprei dan Tisue Jadi Buktinya

“Contohnya uang dari tamu undangan yang hadir diambil oleh keluarga mempelai pria,” katanya, dikutip Sabtu (3/9/2022).

 

2. Mengalami KDRT Sejak Hamil

Selain itu juga ia telah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sejak hamil empat bulan, bahkan salah satu tindak penganiayaan yang sempat dilaporkannya ke polisi yakni peristiwa saat perjalanan pulang dari rumahnya ke arah Pangkalan Balai menggunakan mobil.

"Saat di dalam mobil aku dianiaya. Mobil berenti di SPBU, lalu aku ditendang, dipukul menggunakan tangan kosong dan tangan aku diborgol. Itu gara-gara aku minta izin untuk mengurus nenek yang sakit di rumah aku,” ungkap EF.

Dilanjutkan EF, saat itu kondisi sedang pandemi, dan tidak berani membawa neneknya ke RS karena takut akan divonis Covid-19.

“Pas itu pademi, nenek aku sakit yang cuma bisa memasang dan mengontrol infus cuma aku. Awalnya aku diizinkan, tetepi setelah dua hari saya dijemput dan pamit dengan ayah, ibu dan termasuk nenek yang sedang sakit ingin pulang ke rumah kontrakan di Pangkalan Balai. Sampai di kontrakan, aku tidak mau turun karena masih tangan diborgol lalu setelah masuk ke kamar baru borgol tangan dilepas,” jelas EF yang merupakan lulusan akademi kebidanan.

3. Sempat Melapor ke Polisi

Besok paginya, handphone suaminya ditinggal dan Ia dikunci dari luar. Dengan menggunakan HP suaminya yang tertinggal EF lalu memfoto luka lebam ke bibirnya, selanjutnya diberitahukan kepada orangtua EF.

“Orangtua aku marah dan langsung dilaporkan ke Polres Banyuasin dan diarahkan ke Polda Sumsel, dalam kasus KDRT,” katanya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

4. Dicekik dan Ditendang

Namunsudah jalan satu bulan, laporan tersebut dicabut EF. Dan KDRT kembali terulang sekitar lima hingga enam bulan setelah anaknya lahir bahkan malah semakin parah.

"Aku dianiaya, saat berada Rusun Polres Banyuasin. Leher dicekik dan ditendang. Kejadian itu juga sempat disaksikan oleh salah seorang polwan yang tinggal di depan di rumah kami. Polwan itu tahu karena anak aku menangis terus dan membuat tetangga curiga," jelas EF.

Dan kasus penganiayaan kedua ini juga sudah dilaporkan kembali ke Polda Sumsel. Dalam laporan disebutkan bahwa sebelum saat terjadi perdamaian disebutkan, jika terjadi kasus yang sama, maka berkas kasus yang lama bisa dinaikan lagi.

Setelah dikoordinasi, akhirnya laporan EF dengan kasus KDRT diterima di SPKT Polda Umum untuk pidana umum dan untuk kode etiknya dilaporkan ke Unit Yanduan Bid Propam Polda Sumsel di bulan Mei 2022.

"Bodohnya aku, karena bujuk rayunya, laporan tersebut dicabut lagi dengan perjanjian tidak akan mengulangi lagi," sesal EP.

Kemudian, sifat Ade berubah, biasanya kalau EF sakit, Ade dengan cepat merespons tetapi ini tidak sama sekali.

“Sudah dua kali saya melaporkan kasus KDRT hingga ke Propam Polda Sumsel, namun selalu selesai dengan perdamaian. Dan mirisnya lagi, setiap kali kami bertengkar, Ade selalu mengungkit dan menghina dengan omongan yang tidak enak dan selalu ada ancaman.

“Saya kalau diceraikan masih banyak gadis yang mau, saya ganteng dan masih bisa mencari wanita lain. Dan kalau saya sudah dicerai, saya belum tentu dapat bujangan,” ungkap EF.

5. Bantah Selingkuh dengan Mantan

Sikap bodoh yang diakui EF dan dengan pikiran yang pendek, EF membuktikan mencari pria lain yang akhirnya menjadi musibah baginya.

“Aku bertemu dengan dia (MI), di Palembang. Tetapi saya tidak menjalin hubungan apapun dengan dia apalagi pacar atau mantan pacar seperti yang telah dituduhkan. Saya tidak tahu tuduhan mantan pacar yang disebutkan itu didapatkan dari mana," ungkap EF.

Diakuinya, pertemuan dengan MI baru dua kali yakni pertama waktu kuliah tahun 2018, terus yang kedua saat digerebek di Hotel di Palembang.

"Ade memang tahu dengan posisi saya karena ID iCloud Apple dia tahu dan hapal. Karena iPhone itu dibelikan sama Ade karena Handphone sebelumnya dihancurkan oleh Ade," pungkas EF.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini