Share

Ambisi Politik Gajah Mada Buat Raja Majapahit Gagal Nikahi Putri Sunda

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 03 September 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 03 337 2659986 ambisi-politik-gajah-mada-buat-raja-majapahit-gagal-nikahi-putri-sunda-QcmSztX7Dh.jpg Ilustrasi (Foto : Istimewa)

PERNIKAHAN antara raja Majapahit Hayam Wuruk dengan putri Pasundan gagal akibat Gajah Mada. Konon raja Hayam Wuruk saat itu tengah berusia 23 tahun bermaksud hendak mengambil putri Sunda Dyah Pitaloka, sebagai permaisuri.

Patih Madu diutus menghadap raja Sunda untuk menyampaikan maksud tersebut. Dikisahkan pada buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" tulisan Slamet Muljana, raja Sunda datang ke Majapahit, tetapi tidak membawa putrinya.

Keinginan ini bertolak belakang dengan kemauan Majapahit yang menginginkan supaya putri Sunda ini dipersembahkan kepada sang prabu Hayam Wuruk.

Patih Gajah Mada pun tidak suka bahwa pernikahan antara Hayam Wuruk dan Putri Sunda itu dilangsungkan begitu saja, Gajah Mada menginginkan agar supaya putri dipersembahkan ke Raja Hayam Wuruk. Tetapi Maharaja Sunda tidak setuju dengan sikap yang disampaikan oleh Gajah Mada.

Dengan serta merta orang Sunda dikepung, maharaja Sunda bermaksud untuk menyerahkan raja putri, tetapi para menak menolaknya. Para menak atau petinggi Kerajaan Sunda ini menolak mentah-mentah atas permintaan Patih Gajah Mada.

Para menak ini menyatakan kesanggupannya dan bersedia mati jika memang terjadi peperangan di lapangan Bubat. Kesanggupan para menak atau petinggi kerajaan, memunculkan semangat juang yang tinggi. Para pemimpin Sunda pun naik darah marah, usai mendengar usul yang disampaikan Gajah Mada.

Tercatat Larang Agung, tuan Sohan, tuan Gempong, Panji Melong, orang Pangulu, orang Saya, Rangga Kaweni, orang Siring, Sutrajali, dan Jagatsaya, semua orang Sunda bersorak, menunggu persiapan perang. Pada pertempuran, Maharaja dan tuan Usus gugur pada pertempuran Bubat permulaan.

Follow Berita Okezone di Google News

Konon orang Sunda menyerang ke arah selatan, hal ini membuat tentara Majapahit sempat kocar-kacir. Serangan itu coba ditangkis oleh Aria Sentong, patih menteri araraman berkuda, yang akhirnya berganti menyerang orang Sunda. Seketika itu pula, tentara Sunda berhamburan, lalu beralih haluan. Mereka menuju arah barat daya, langsung berhadapan dengan Gajah Mada.

Namun tiap orang Sunda yang tampil ke muka pedati Gajah Mada dibinasakan dibunuh. Tak ada seorang pun yang tinggal hidup di tangan Gajah Mada. Peristiwa peperangan Bubat ini terjadi pada tahun Saka Sanga Turangga Paksawani 1279 atau tahun 1357 Masehi. Itulah kisah peperangan Bubat, pada kitab Pararaton, yang membuat Gajah Mada menjadi orang yang tersalah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini