Share

Bongkar Sindikat Pengoplos Gas, Polda Metro Tangkap 16 Orang dan Sita 1.795 Tabung Elpiji

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Jum'at 02 September 2022 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 337 2659770 bongkar-sindikat-pengoplos-gas-polda-metro-tangkap-16-orang-dan-sita-1-795-tabung-elpiji-g20LR6NPDa.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan (Foto: Dimas Choirul)

JAKARTA - Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar sindikat pengoplosan gas elpiji. Dalam pengungkapkan kasus itu, kepolisian mengamankan 1.795 buah gas elpiji untuk dijadikan barang bukti.

Ribuan gas elpiji itu terdiri dari 127 tabung gas berisi 12 kg, 140 tabung gas kosong ukuran 12 kg, 776 tabung gas isi 3 kg, dan 752 tabung gas kosong ukuran 3 kg. Selain itu, Polda Metro Jaya juga turut mengamankan 29 buah selang regulator.

BACA JUGA:Modus Sindikat Pengoplos Gas Elpiji, Polda Metro Jaya: Pindahkan Isi Gas Subsidi ke Non-Subsidi 

Kemudian, 36 alat suntik atau pipa besi, 3 buah alat timbang, 1 buah gunting, 1 buah obeng, 2 buah sarung, 46 kantong plastik segel tabung gas elpiji, 2 bungkus seal karet, dan 7 mobil pikap.

"Ini barang bukti yang berhasil diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat konfrensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/9/2022).

Sementara, Polda Metro Jaya juga turut meringkus 16 terduga pelaku pengoplos gas. Ke-16 tersangka itu terdiri dokter atau pengoplos gas, penjual gas, dan karyawan.

BACA JUGA:Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengoplos Gas Elpiji 

Ke-16 tersangka itu ialah ISW, PR, ZA, AS, TAJ, STA, dan IZR yang merupakan pemilik atau dokter. Kemudian PRT, ADT merupakan pemilik; APD, KHR merupakan dokter; dan AA, JL, JL, DD, serta HL yang merupakan karyawan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Zulpan mengatakan, modus yang dilakukan para tersangka dengan memindahkan isi gas tabung ukuran 3 kg ke tabung kosong ukuran 12 kg. Para tersangka mendapatkan ribuan tabung itu dengan membeli di pasaran. Untuk tabung gas subsidi, dibeli dengan harga Rp17.500.

Setelah itu, tabung oplosan itu dijual ke daerah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kota Bekasi, hingga Kabupaten Bekasi. Adapun harga tabung oplosan itu mencapai ratusan ribu rupiah.

"Mereka menjual harga tabung elpiji ukuran 12 kg hasil pemindahan yang dilakukan oleh para tersangka sejumlah Rp160 ribu per tabung. Sedangkan para tersangka membeli tabung elpiji ukuran 3 kg yang merupakan subsidi itu dengan harga Rp17.500," katanya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 40 angka 9 UU 1 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Minyak Gas dan Bumi atau Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) huruf b dan c UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 32 Ayat (2) UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini