Share

Menlu: 446 WNI Jadi PMI Ilegal hingga Agustus 2022

Kiswondari, Sindonews · Kamis 01 September 2022 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 01 337 2659041 menlu-446-wni-jadi-pmi-ilegal-hingga-agustus-2022-shYH9F7S4t.jpg Menlu RI Retno L Marsudi saat RDP di Komisi I DPR (Foto: Kiswondari)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, terjadi peningkatan jumlah WNI yang menjadi pekerja migran ilegal (PMI) sepanjang Januari-Agustus 2022, jika dibandingkan 2021. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2022).

"Terjadi peningkatan tajam jumlah korban WNI dari total 119 pada tahun 2021 menjadi 446 orang pada Januari sampai Agustus 2022," kata Retno dalam pemaparan isu aktual Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

BACA JUGA:Kasus Online Scam Kamboja, Menlu Sebut 241 WNI Sudah Dipulangkan ke Jakarta 

Kemudian, Retno melanjutkan, kasus ini tidak hanya terjadi di Kamboja, namun juga di beberapa negara di Asia Tenggara seperti Myanmar, Laos, Thailand dan juga Filipina. Pihaknya juga menemukan bahwa perekrutan dan pemberangkatan PMI secara ilegal sampai saat ini masih juga terus terjadi.

"Dapat kami laporkan Ibu pimpinan dan anggota yang saya hormati bahwa Kepolisian Republik Indonesia baru-baru ini berhasil menggagalkan pemberangkatan 214 WNI dari Medan ke Sihanoukville Kamboja pada tanggal 12 Agustus 2022," sambungnya.

BACA JUGA:Bocorkan Reshuffle Kabinet, Wapres: Isi Kursi Menpan-RB dan Wamenlu 

Menurut Retno, seiring dengan perkembangan teknologi, ancaman terhadap keamanan manusia seperti ini akan menjadi hal yang terus perlu diantisipasi, kerja sama antar K/L harus ditingkatkan dan kasus di Kamboja ini harus menjadi wake up call bagi semua pemangku kepentingan untuk melakukan penanganan dan pencegahan yang sifatnya komprehensif dari hulu sampai hilir, sehingga korban tidak terus bertambah.

"Jika penanganan masalah di hulu tidak ditangani dengan baik dapat dipastikan penanganan di hilir tidak akan memberikan dampak yang besar, dan jumlah kasus serta korban akan terus meningkat," tandasnya.

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini