Share

Misteri Kutukan Kerajaan Sriwijaya ke Wilayah Kekuasaannya

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 01 September 2022 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 01 337 2658567 misteri-kutukan-kerajaan-sriwijaya-ke-wilayah-kekuasaannya-gMxcoTq2J9.jpeg Ilustrasi/ Doc: Okezone

JAKARTA - Kerajaan Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan besar di masanya. Bahkan Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan besar atau imperium di Asia Tenggara, yang selama berabad-abad menduduki dan menguasai bukan hanya Sumatera, tapi juga Semenanjung Malaya dan Selatan Sunda.

Asumsi tentang sebuah negara dan kenegaraan Sriwijaya yang kuat, dengan pemerintahan pusat yang terstruktur secara hierarkis dan sistem pembagian teritorial, terutama didasarkan pada prasasti - prasasti Melayu yang terkenal dari akhir abad VII.

Enam prasasti telah dipublikasikan dan prasasti ketujuh Baru-baru ini ditemukan dan disunting. George Coedes pada bukunya "Kedatuan Sriwijaya", tiga dari prasasti - prasasti itu ditemukan di Palembang dan sekitarnya. Sedangkan empat lainnya ditemukan di daerah-daerah mandala yang jauh, yakni di Sungai Batang Hari ke arah hulu dari Jambi, di Pulau Bangka, dan di Sumatera Tenggara dekat Selat Sunda.

Menariknya itu semua prasasti ini berisi kumpulan berbagai kutukan terhadap para penguasa lokal yang membangkang dan para anggota istana Sriwijaya yang tidak setia. Versi terpentingnya dan terpanjang dari prasasti - prasasti ini adalah Prasasti Sabokingking, yang ditemukan di Telaga Batu di pinggiran timur Palembang.

Prasasti ini memuat daftar rinci para pejabat dan abdi istana Sriwijaya. Di puncak hierarki ini terdapat sang penguasa Sriwijaya. Ia disusul dengan putra mahkota (yuvaraja), putra mahkota kedua (pratiyuvaraja), dan para pangeran keluarga raja (rajakumara).

Sementara itu di Prasasti Sabokingking terdapat dua kata yang menarik yakni vanua dan kadatuan. Di suatu kasus, penguasa Sriwijaya pernah mengancam lawan-lawannya. Bahkan penguasa Sriwijaya di prasasti itu menuliskan "(jika) kamu bersengkongkol menentangku di daerah - daerah perbatasan (samaryyada patha) imperium (vanua)-ku, (maka) kamu tidak berbakti dan akan dibinasakan oleh kutukan ini".

Asumsi bahwa vanua mengacu pada 'desaku' atau jenis permukiman apa pun yang teratur dan lebih besar bernama Sriwijaya, dan bukan merujuk pada 'imperiumku', tampak diperkuat oleh dua prasasti Melayu lainnya dari Sriwijaya awal. Walaupun dalam kasus - kasus ini pun, vanua diterjemahkan oleh penyunting masing-masing prasasti sebagai negeri Sriwijaya.

Follow Berita Okezone di Google News

Prasasti yang ditemukan di Kedukan Bukit, dekat Bukit Seguntang, menyebut prosesi kerajaan yang terkenal (jayasiddhayatra) yang diharapkan mendatangkan kemakmuran (subshiksa) ke vanua Sriwijaya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini