Share

18.000 Pasukan Mongol Tewas Akibat Serangan Raden Wijaya

Avirista Midaada, Okezone · Senin 29 Agustus 2022 05:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 29 337 2656335 18-000-pasukan-mongol-tewas-akibat-serangan-raden-wijaya-fGYfSdBPqh.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com/Istimewa)

PASUKAN Mongol menggelar pesta pasca kemenangan serangan ke Kerajaan Kediri bersama gabungan tentara Majapahit. Namun, di tengah perayaan pesta itu tentara Majapahit di bawah komando Raden Wijaya dengan cerdik melakukan serangan balasan ke pasukan Mongol, hingga mereka kalah.

Konon serangan kilat ini sudah direncanakan oleh Raden Wijaya, bersama beberapa pembesar Majapahit dan rekan seperjuangannya. Pasukan Raden Wijaya konon izin untuk pulang meninggalkan lokasi pesta terlebih dahulu.

Ternyata izinnya untuk pulang ini bukannya pulang ke rumah, melainkan menyiapkan pasukan Majapahit untuk balik menyerang. Sebulan kemudian, pasukan Majapahit bergerak menyusun serangan ke prajurit Mongol. Pada buku "Sandyakala di Timur Jawa : 1042 - 1527 M" dari tulisan Prasetya Ramadhan, dikisahkan bahwa Raden Wijaya kembali ke Tarik yang saat itu dihuni pasukan tentara Mongol.

Raden Wijaya berhasil membunuh 200 orang prajurit Mongol yang mengawalnya ke Majapahit. Penumpasan pertama rombongan Mongol itu dilakukan oleh Sora dan Ronggolawe, dua panglima perang Majapahit yang merupakan paman dan keponakannya.

Rombongan terus bergerak untuk menghabisi pasukan Mongol, yang saat itu tengah dilanda pesta mabuk kemenangan. Raden Wijaya membawa pasukan yang lebih besar, Raden Wijaya menggerakkan pasukannya menuju kamp utama pasukan Mongol dan melancarkan serangan tiba-tiba.

Raden Wijaya berhasil membunuh banyak prajurit Mongol, sedangkan sisanya berlari ke kapal mereka. Setelah mencapai sebuah candi, tentara Mongol disergap oleh tentara Jawa yang telah menunggu. Di pantai, armada pasukan Jawa yang dipimpin Rakryan Mantri Arya Ardikara menghancurkan sejumlah kapal Mongol.

Pasukan Mongol mundur secara kacau karena angin muson yang dapat membawa mereka pulang akan segera berakhir, sehingga mereka terancam terjebak di Pulau Jawa untuk enam bulan berikutnya. Setelah semua pasukan naik ke kapal di pesisir, mereka bertarung di laut dengan armada Jawa.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Siasat cerdik Raden Wijaya memungkinkannya mengacaukan dan mengurangi sedikit demi sedikit pasukan Mongol. Selama pelarian, tentara Mongol kehilangan semua harta - harta rampasan perang yang ditangkap sebelumnya.

Armada pasukan Jawa berhasil menghalau mereka untuk berlayar ke Quanzhou selama 68 hari. Akibat serangan itu, pasukan Mongol kehilangan 3.000 prajurit terbaiknya. Total ada 12.000 - 18.000 tentara Mongol terbunuh, dengan jumlah orang yang ditawan tidak diketahui dan sejumlah kapal hancur.

Sebelum berangkat, mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya sebagai ungkapan rasa kekesalan dan kekecewaan atas perbuatan penikaman dari belakang oleh Raden Wijaya. Jayakatwang sendiri sebelum dihukum mati di Pelabuhan Ujung Galuh, sempat menggubah sebuah karya sastra berjudul Kidung Wukir Polaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini