Share

Pemberdayaan Mustahik di Perbatasan, Mahfud MD Dukung Sinergi Baznas dan TNI

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 26 Agustus 2022 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 26 337 2654849 pemberdayaan-mustahik-di-perbatasan-mahfud-md-dukung-sinergi-baznas-dan-tni-VL13dAQcLY.jpg Foto: Kemenkopolhukam

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menegaskan, tugas pemerintah adalah melindungi kedaulatan dan segenap bangsa, termasuk di perbatasan.

Terkait pembangunan perbatasan, Baznas sendiri memahami penggunaan zakat dan sadaqah yang lebih modern, yaitu untuk membangun penguatan ekonomi di wilayah Perbatasan.

Hal itu diutarakan Mahfud MD, saat penandatanganan Nota Kesepahaman tiga Lembaga yaitu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tentang ‘Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kawasan Perbatasan untuk Mendukung Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia’ di Gedung Kemenko Polhukam.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, selaku Kepala BNPP, Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Ketua Baznas, Noor Ahmad dengan disaksikan oleh Menko Polhukam, Mahfud MD. Hadir dalam acara ini para komisioner Baznas, jajaran BNPP, TNI, dan kemenko Polhukam.

(Baca juga: Kucing Ditembaki di Lingkungan Sesko TNI, Jenderal Andika Perintahkan Pelaku Diproses Hukum)

“Bahwa dana Baznas bisa digunakan untuk pembangunan perbatasan, sehingga secara tidak langsung membantu orang miskin, membangun untuk kebaikan umat sesuai ajaran Islam untuk kemaslahatan umat, yaitu membangun NKRI tanpa membeda-bedakan,” ujar Mahfud MD, dikutip, Jumat (26/8/2022).

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, dalam acara tersebut menyampaikan dukungan penuh TNI.

“Kami punya pasukan, nanti sasaran-sasaran apa saja dan rencana pembangun fisik apa saja di perbatasan, kami siap di semua lini perbatasana yang dibutuhkan. Kami bisa custom pasukan kalau sudah tahu kebutuhan apa yang mau dibuat. Misalkan nanti membuat Rumah Sakit akan disiapkan dari Puskes AD atau Puskes AL selain dari pasukan di perbatasan.”

Sementara itu, Ketua Baznas, Noor Ahmad mengatakan bahwa, pihaknya hadir ingin mengabdi untuk masyarakat, terutama di wilayah 3 T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang termasuk mustahik, dan kami bekerja berdasarkan prinsip 3 A (aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

“Melalui program-program pemberdayaan mustahik perbatasan, Baznas memiliki tekad menjadikan 1.000 muzaki (pemberi zakat) baru di 20 kecamatan prioritas di perbatasan yang mengalami kemiskinan ekstrem,”ungkapnya.

“Berbagai program akan digaungkan untuk mendukung transformasi mustahik menjadi muzaki di perbatasan, yakni di antaranya sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan dan dakwah, sosial kemanusiaan,”pungkasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sedangkan Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP, Tito Karnavian, mengatakan, ”Saya apresiasi Baznas karena dengan Nota Kesepahaman ini, kami bisa mendapatkan sumber pendanaan non APBN. Mempercepat pembangunan di perbatasan untuk pemerataan pembangunan, adalah sesuai visi Presiden membangun dari pinggiran,”bebernya.

Tito menekankan bahwa adalah tugas kita bersama memperkuat perbatasan. Kalau ekonominya kuat maka pertahanan strategisnya akan kuat.

Nota kesepahaman mengatur lingkup kerjasama membangun perbatasan antara lain; Pembangunan ekosistem ekonomi terpadu terdiri atas pemberdayaan ekonomi pedesaan dan UMKM, pembangunan ekosistem Kesehatan terpadu terdiri atas layanan kesehatan kuratif dan promotif, program pendidikan masyarakat perbatasan dan program beasiswa perbatasan, penyediaan rumah layak huni dan sumber air, sinergi menjadikan 1.000 orang muzaki baru di kecamatan Kawasan perbatasan negara dengan prioritas kemiskinan ekstrem.

Baznas dengan didukung oleh BNPP dan TNI melakukan sinergi pemberdayaan mustahik atau penerima zakat yang menyasar wilayah perbatasan. TNI dan BNPP selama ini telah menjadi garda terdepan di daerah perbatasan dan pesisir. Baznas ikut membantu melalui program- program pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

Wilayah bantuan Baznas di Perbatasan antara lain: Desa Seurapong, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Desa Jirak, Kec. Sajad, Kab. Sambas, Prov. Kalimantan Barat, Desa Sulung, Kec. Sejangkung, Kab. Sambas, Prov. Kalimantan Barat, Kab. Kepulauan Meranti, Prov. Riau, Desa Sungai Limau, Kec. Sebatik Tengah.

Selanjutnya, Kab. Nunukan, Prov. Kalimantan Utara, Desa Talawid, Kec Kendahe, Kabupaten Talawid, Provinsi Sulawesi Utara, Kel. Abepantai, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura, Propinsi Papua, Desa Jenilu, Kec. Kakuluk Mesak, Kab. Belu, Prov. Nusa Tenggara Timur, Ambulans laut di Pulau Tanjung Balai Karimun, Kepri, Bantuan jaring nelayan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Dalam rencana kedepannya, dalam waktu dekat Baznas akan melakukan pembangunan rumah sehat Baznas di Pulau Miangas, Kabupaten Talaud. Dengan penandatangan komitmen ketiga lembaga, maka upaya untuk menciptakan kawasan perbatasan yang lebih berdaya saing, diharapkan semakin lebih cepat terwujud.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini