Share

Dikabarkan Satu Sel dengan Irjen Ferdy Sambo, Irjen Napoleon: Kalau Terpaksa Satu Sel Saya Openi

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 25 Agustus 2022 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 25 337 2654390 dikabarkan-satu-sel-dengan-irjen-ferdy-sambo-irjen-napoleon-kalau-terpaksa-satu-sel-saya-openi-ZZqipDYziu.jpg Irjen Pol Napoleon Bonaparte/ Foto: MPI, Ari Sandita

JAKARTA -Terdakwa dugaan kasus penganiayaan terhadap M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte, turut berkomentar tentang isu yang menyebutkan kalau dia bakal ditempatkan satu sel dengan Irjen Ferdy Sambo di dalam tahanan Bareskrim Polri.

"Bukan saya yang menentukan untuk satu sel yang itu, ya masa saya bisa tolak. Kalau terpaksa satu sel ya saya openi dengan baik," ujar Napoleon pada wartawan, Kamis (25/8/2022).

 BACA JUGA:Dewan Pers: Media Kurang Penuhi Akses Informasi Bagi Penyandang Disabilitas

Menurutnya, terkait isu dia bakal ditempatkan satu sel dengan Ferdy Sambo, selama ini dia tidak pernah berbicara untuk meminta agar dirinya ditempatkan satu sel dengan Ferdy Sambo. Adapun terkait persoalan penentuan satu selnya dia dengan Ferdy, itu semua kewenangan pihak berwajib.

Napoleon mengungkapkan, manakala dia harus ditempatkan satu sel dengan Ferdy, tentu dia tak bisa menolaknya. Namun, berbeda dengan Saifudin Ibrahim, Napoleon memang menantikan kedatangannya.

 BACA JUGA:Menjelang Pemilu 2024, Begini Persiapan Partai Politik

"Kapan saya pernah ngomong (ingin satu sel dengan Ferdy Sambo) itu ah, Anda pernah menemukan tidak bahwa saya pernah mengucapkan itu. Kalau Saifudin Ibrahim iya memang saya tunggu dan saya siapkan martabak pakai telur," tuturnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Adapun soal Saifudin Ibrahim, tambah Napoleon, dia sempat mendengar dalam waktu dekat ini Saifudin bakal diperiksa oleh ICE And Costums US lantaran visanya sidah habis. Dia pun berharap agar Saifudin bisa dipulangkan ke Indonesia.

"Soal itu (extradisi Saifudin) tergantung bagaimana hubungan baik pemerintah kita dengan pemerintah US, itu," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini