Share

Begini Peran Divpropam Bantu Ferdy Sambo Hilangkan Jejak Pembunuhan Brigadir J

Riana Rizkia, MNC Portal · Rabu 24 Agustus 2022 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 24 337 2653715 begini-peran-divpropam-bantu-ferdy-sambo-hilangkan-jejak-pembunuhan-brigadir-j-Nb3NggYEv8.jpg Brigadir J (Foto: Ist)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan cara Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri serta satuan kerja lainnya membantu menghilangkan jejak pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sehari setelah tewasnya Brigadir J yakni pada 9 Juli 2022, Listyo mengatakan, personel Biro Pengamanan Internal (Paminal) Polri menyisir tempat kejadian perkara (TKP) di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Utara 1, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:Kapolri: Brigadir J Sudah Jatuh Bersimbah Darah, Ferdy Sambo Memegang Pistol Lalu Diberikan ke Bharada E 

Pada saat penyisiran tersebut, Listyo mengungkap, anggota Paminal Polri diperintahkan untuk mengganti hard disk CCTV yang berada di pos sekuriti Duren Tiga.

"Personel biro Paminal Divpropam Polri di saat yang bersamaan kemudian menyisir TKP dan memerintahkan untuk mengganti hard disk CCTV yang berada di pos sekuriti Duren Tiga," kata Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu (24/8/2022).

 

Proses penyisiran TKP itu, kata Listyo, dilakukan bersamaan dengan proses rekonstruksi yang melibatkan dua ajudan Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan Bripka Ricky Rizal, serta asisten rumah tangga istri Sambo, Kuwat Maruf.

BACA JUGA:Terungkap! Bharada E Ubah Kesaksian Usai Tak Dapat SP3 dari Ferdy Sambo 

Setelah diganti, Listyo mengatakan, bahwa hard disk CCTV tersebut langsung diamankan personel Divpropam Polri. "Hard disk CCTV ini kemudian diamankan oleh personel Divpropam Polri," ucap Sigit.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Apa yang dilakukan Divpropam Polri tersebut, kata Listyo, merupakan tindakan untuk menghalang-halangi proses penyidikan sesuai dengan fakta di lapangan.

Pada saat proses penyisiran TKP dan pergantian CCTV, Ferdy Sambo yang kini menjadi tersangka pembunuhan berencana Brigadir J masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

Diketahui, Sambo membawahi Biro Paminal yang sempat dipimpin Brigjen Hendra Kurniawan. Brigjen Hendra, kata Listyo, juga sempat menemui keluarga Brigadir J untuk memberikan penjelasan soal kematian Brigadir J.

Namun, penjelasan tersebut, merupakan hasil skenario Ferdy Sambo.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini