Share

Kolonel Budi Iryanto Pengungkap Kokain Rp1,2 Triliun Meninggal, Ini Penjelasan TNI AL

Riana Rizkia, MNC Portal · Selasa 23 Agustus 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 337 2652717 kolonel-budi-iryanto-pengungkap-kokain-rp1-2-triliun-meninggal-ini-penjelasan-tni-al-h2jGrFr0tB.jpg Kolonel Budi Iryanto semasa hidup/Foto: Antara

JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan bahwa Kolonel Laut (P) Budi Iryanto meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.

(Baca juga: Kronologi TNI AL Temukan Kokain 179 Kg Senilai Rp1, 2 Triliun di Selat Sunda)

Hal tersebut diutarakan Julius karena beredar isu di masyarakat yang menyebut bahwa Kolonel Budi meregang nyawa terkait penemuan dan penggagalan penyelundupan kokain Rp1,2 triliun beberapa waktu lalu.

β€œHal tersebut perlu dijelaskan kepada masyarakat disebabkan beredar rumor bahwa Kolonel Budi Iryanto meninggal dunia karena terkait penemuan dan penggagalan penyelundupan kokain seberat 179 Kg senilai Rp1,2 triliun, saat dirinya menjabat sebagai Danlanal Banten,” kata Julius di Jakarta Selasa (23/8/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan laporan dari RPSAL dr. Ramelan, kronologi meninggalnya Kolonel Budi Iryanto berawal pada tanggal 4 Agustus 2022 pasien datang ke RPSAL dr. Ramelan dengan keluhan utama lemas.

Setelah diadakan pemeriksaan medis, kata Julius, kolonel Budi didiagnosa menderita penyakit diabetes mellitus dan selanjutnya dilakukan terapi berupa Transfusi PRC, Infus Albumin, Antibiotik, Diet TKRP, dan Hemodialisa.

"Pada tanggal 18 Agustus 2022 pukul 20.20 WIB, pasien mengalami penurunan kesadaran, kemudian pindah ke ICU," kata Julius.

Selanjutnya pada tanggal (20/8/2022) pukul 06.53 WIB, Julius mengatakan bahwa kondisi pasien menurun dan dilaksanakan tindakan medis secara maksimal, namun pada pukul 08.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal oleh dokter.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Berdasarkan data tersebut, Kadispenal berharap rumor yang beredar dapat diluruskan, dan menghormati keluarga almarhum.

Sementara terkait penempatan jabatan dari Danlanal Banten mendapat promosi menjadi Asops Danlantamal XII tak lama pasca kejadian ditemukannya kokain dan menjabat Sahli Koarmada II saat meninggal dunia, Kadispenal menyampaikan hal tersebut sudah terpolakan dan sesuai prosedur penempatan jabatan di lingkungan TNI AL secara wajar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini