Share

KPK Bilang Kasus Korupsi LNG Pertamina Paling Disorot

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 22 Agustus 2022 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 22 337 2652402 kpk-bilang-kasus-korupsi-lng-pertamina-paling-disorot-nLPnEg3Bhf.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memetakan kasus dugaan korupsi yang menjadi prioritas untuk dituntaskan pada tahun ini. Salah satunya, kasus dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina (Persero) atau PTM tahun 2011-2021.

Kasus korupsi pada Sumber Daya Alam (SDA) atau pertambangan yang telah terjadi selama 10 tahun ini masuk ke dalam fokus area KPK. Sebab, kasus tersebut paling disorot karena nilai kerugian keuangan negaranya ditaksir cukup besar.

"Seperti pertambangan, yang sudah kita coba untuk ditangani adalah contoh di LNG ya, ini sementara sedang berproses" kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2022).

Tak hanya itu, berdasarkan data kinerja KPK semester satu tahun 2022, kasus dugaan korupsi LNG Pertamina ini cukup banyak mendapat perhatian publik. Oleh karenanya, KPK berupaya optimal untuk mengembalikan keuangan negara akibat dugaan korupsi di sektor pertambangan itu.

"Kami berupaya untuk melakukan penanganan korupsi yang cukup besar, pertama ada yang kaitannya dengan pertambangan," terangnya.

Karyoto menerangkan, kasus dugaan korupsi terkait LNG Pertamina sebelumnya memang sempat ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung). Hanya saja, kasus tersebut diputus bebas di tahap penuntutan atau pengadilan. Padahal, kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut cukup besar.

"Kita bisa melihat kemarin Kejaksaan Agung bisa kandas dengan korupsi yang dilakukan di Pertamina dengan tersangka Saudara Karen, nah kami juga berupaya, korupsi yang di kami bisa berhasil dengan baik sampai pada penyidikan selesai dengan baik hingga penuntutan," katanya.

Sekadar informasi, KPK mulai meningkatkan status penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina (PTPM) Persero tahun 2011-2021 dari tahap penyelidikan ke penyidikan. KPK juga telah menetapkan sejumlah tersangka terkait penyidikan perkara tersebut.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Namun sayang, KPK masih merahasiakan nama-nama tersangkanya. KPK hanya memastikan telah mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait korupsi pengadaan LNG di Pertamina. Bukti permulaan tersebut, saat ini sedang didalami lebih lanjut ke sejumlah saksi.

Dalam prosesnya, KPK juga telah mencegah empat orang yang diduga terlibat dalam perkara ini ke luar negeri. Surat pencegahan diterbitkan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham.

Berdasarkan informasi yang diterima, empat orang yang dicegah yakni mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan. Kemudian, mantan Plt Dirut Pertamina Yenni Andayani, mantan Direktur Gas dan Corporate Secretary Pertamina Hari Karyuliarto, dan LNG Business Implementation and Monitoring Dimas Mohamad Aulia.

Sementara itu, KPK pun telah melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Pertamina periode 2014-2017 Dwi Soetjipto dan Dewan Komisaris PT Pertamina periode 2010-2013 Evita Herawati Legowo.

Selain itu, KPK juga telah menggeledah kantor pusat PT Pertamina dan rumah kediaman para pihak yang terkait dengan perkara. Dari penggeledahan itu, KPK mengamankan barang bukti dokumen terkait dengan perkara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini