Share

BNPT Gandeng LPSK Lindungi Hak Penyintas Terorisme

Muhammad Farhan, MNC Portal · Senin 22 Agustus 2022 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 22 337 2652358 bnpt-gandeng-lpsk-lindungi-hak-penyintas-terorisme-pVIv7bJGEI.jpg Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam upayanya memberikan perlindungan dan dukungan kepada korban penyintas terorisme.

Kerja sama kedua lembaga dikukuhkan dalam gelaran Hari Peringatan dan Penghormatan Internasional untuk Para Korban Terorisme atau International Day of Remembrance of and Tribute to the Victims of Terrorism bertajuk surviving Terrorism: The Power of Memories, yang berkolaborasi dengan The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di Hotel Shangri La, Minggu 21 Agustus 2022.

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan dalam rangka pemulihan pasca-trauma dan pencegahan terorisme, lembaganya menginisiasi program Silaturahmi Kebangsaan yang mempertemukan mantan narapidana terorisme dengan penyintas.

"Silaturahmi Kebangsaan itu bertujuan untuk membangun budaya memaafkan dan rekonsiliatif. Meskipun program ini bukan sesuatu yang mudah, namun telah berhasil dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali, yakni pada tahun 2018, 2021, dan tahun 2022. Program ini akan terus dikembangkan sejalan dengan amanat Pilar Kedua, Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang RAN PE 2020-2024," ujar Boy.

BNPT akan mengutamakan kolaborasi dengan seluruh pihak untuk mendukung pemulihan dan pemenuhan hak orang yang pernah menjadi korban. "Termasuk dalam upaya melawan terjadinya tindakan terorisme yang dapat memecah belah persatuan dan tidak mencerminkan kepribadian bangsa," ujarnya dikutip Antara.

Kolaborasi BNPT dan LPSK di antaranya meliputi pemberian bantuan medis, rehabilitasi psikososial dan psikologis, pemberian santunan, serta kompensasi kepada penyintas terorisme. BNPT pun tengah menyusun Peraturan Kepala BNPT tentang rekonsiliasi korban dan mantan narapidana terorisme yang akan disahkan akhir 2022.

Untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi psikososial dan mendukung agenda restoratif, terobosan lain yang dikembangkan BNPT yakni pembentukan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI (Warung NKRI) dan pengembangan kawasan terpadu nusantara (KTN).

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara Menko Polhukam Mahfud MD menuturkan, peran BNPT dan LPSK guna mendukung hak penyintas terorisme telah diatur oleh undang-undang. Ia menyampaikan adanya Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024 (RAN PE) itu menegaskan BNPT dan LPSK beserta kementerian dan lembaga terkait dapat selalu memberikan dukungan dan bantuan kepada korban terorisme. 

"Negara mengamanatkan BNPT dan LPSK untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada para korban terorisme sebagai wujud kehadiran dan kepedulian negara," ujar Mahfud dalam sambutannya seperti dikutip dalam keterangan resmi. 

Menurut Mahfud, pemberian dukungan terhadap korban penyintas telah menyesuaikan dengan Hari Peringatan Korban Terorisme. Menurut dia, Hari Peringatan Korban Terorisme merupakan momentum penting dalam menjunjung tinggi martabat korban terorisme serta menunjukan solidaritas global sehingga para korban tidak terlupakan dan terpenuhi hak-haknya.

"Ini telah sesuai dengan Undang-undang nomor 5 Tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2020," kata Mahfud.

Diketahui, dalam gelaran acara BNPT tersebut dihadiri oleh Ketua BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar dan Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo. Kemudian selain Menkopolhukam, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan UNODC untuk Indonesia sekaligus mewakili Sekjen PBB, Valerie Juliand.

Sebagai informasi, berdasarkan Global Terrorism Index 2022 yang mengkaji dampak terorisme pada suatu negara, termasuk jumlah korban dan kematian yang diakibatkan oleh terorisme, secara umum terjadi penurunan jumlah korban teroris secara global. Namun, di Indonesia, terjadi peningkatan jumlah korban terorisme akibat dari kekerasan yang terjadi di Papua pada tahun 2021.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini