Share

Gempa M5,8 Guncang Bali, Ini Analisis BMKG

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 22 Agustus 2022 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 22 337 2652250 gempa-m5-8-guncang-bali-ini-analisis-bmkg-YQ3RZOrwcN.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5,8 mengguncang Selatan Bali, Senin 22 Agustus 2022 pukul 15.36.33 WIB.

Dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan M5,6. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,36° LS ; 115,56° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 47 Km arah Selatan Nusapenida, Klungkung, Bali pada kedalaman 134 km.

BACA JUGA:Gempa 5,8 Guncang Bali, Warga Berhamburan Keluar Rumah 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Daryono dalam keterangan resminya.

Sementara itu, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Badung, Denpasar, Klungkung, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

BACA JUGA:Gempa M 5,8 Guncang Kuta Selatan Bali 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Kemudian, daerah Buleleng, Tabanan, Karangasem, Gianyar, Lombok Utara, Lombok Timur, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Selain itu, daerah Jember dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.

Sementara itu, hingga pukul 16.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” imbau Daryono.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini