Share

DPR Tunjukan Diagram Konsorsium 303, Mahfud: Kerajaan Sambo Bukan Pembagian Uang Judi

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Senin 22 Agustus 2022 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 22 337 2652043 dpr-tunjukan-diagram-konsorsium-303-mahfud-kerajaan-sambo-bukan-pembagian-uang-judi-l9JHWSqIuW.jpg Mahfud MD/Foto: MNC Portal

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan menunjukan diagram konsorsium 303 yang diduga melibatkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo yang tersebar di publik dalam rapat dengan pendapat (RDP) DPR RI bersama Kompolnas, LPSK dan Komnas HAM.

Menanggapi hal tersebut, Mahfud membantah bahwa pernyataan kekaisaran Sambo di dalam Mabes berkaitan dengan diagram tersebut.

(Baca juga: Puluhan Bandar Judi 303 Jateng Disikat Habis, Kapolda: Endorse Selebgram untuk Sarana Promosi!)

"Saya ingin tanyakan, ini kaitan dengan tugas Kompolnas, ini diagram kaisar Sambo ini nanti kami mau minta penjelasan, benar ga sih ini? Ini diagram pertama, kemudian pak, ini diagramnya banyak pak, diagram yang kedua adalagi, yang ketiga ada lagi," kata Arteria Dahlan, Senin (22/8/2022).

Arteria menduga Mahfud MD paham terkait diagram tersebut. Arteria lalu mempersilakan Mahfud MD untuk tak menjawab di umum, namun dirinya bertanya mengenai rekomendasi apa yang disampaikan kepada Presiden terkait mencuaknya diagram tersebut.

Mahfud MD lalu menegaskan bahwa pernyataan "Kerajaan Sambo" tidak berkaitan dengan diagram Konsorsium 303 yang beredar.

"Soal gambar-gambar itu saya sudah dapat, tetapi itu bukan dari. Saya tidak tahu sama sekali. Yang saya baca kemudian di media itu pak Teguh yang mengatakan itu. Saya katakan kerajaan Sambo itu bukan dalam konteks dalam gambar pembagian uang judi itu," kata Mahfud MD menjawab.

Follow Berita Okezone di Google News

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu lantas menjelaskan kekuasaan Sambo yang dimaksud ialah saat mengemban jabatan Kepala Divisi Propam. Menurutnya, pada Divisi Propam, Sambo lah yang memegang kuasa terkait seluruh produk Propam yang ada.

"Yang saya katakan itulho, Divisi Propam itu satu bintang dua kepalanya, lalu dibawahnya itu dibawahnya bironya ada tiga bintang satu, dimana setiap biro ini kalau dia memeriksa, produknya harus diputus oleh pak Sambo, kalau dia menyelidiki harus pak Sambo juga, kalau dia menghukum pak Sambo juga," jelas dia.

"Kenapa ini tidak dipisah saja, kaya kita buat trias politica, yang meriksa dan yang menyelidiki dan memutus beda, kira-kira itu," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini