Share

CCTV Ungkap Keberadaan Putri Candrawathi Sebelum dan Sesudah Kematian Brigadir J

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 19 Agustus 2022 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 337 2650691 ditetapkan-sebagai-tersangka-polri-sudah-periksa-putri-candrawathi-3-kali-a0XFeo8RkZ.jpg Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi. (MNC Portal)

JAKARTA - Tim khusus (timsus) Polri menetapkan Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka terkait kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan tiga kali kepada PC.

"Ibu PC sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kapan diperiksa? Kita sebenarnya sudah kita periksa 3 kali," kata Andi, Jumat (19/8/2022).

Andi menyebut, seharusnya kemarin diperiksa, namun Putri menyatakan sedang sakit.

"Seharusnya kemarin kita periksa juga tapi muncul surat sakit dari dokter, dan meminta istirahat 7 hari, kemudian penyidik melakukan gelar perkara," tutup Andi.

Penetapan itu berdasarkan 2 alat bukti keterangan saksi serta CCTV di Sanguli dan tempat kejadian perkara.

"Berdasarkan 2 alat bukti berupa keterangan saksi dan CCTV di Sanguli dan di TKP," katanya.

"Ini menjadi bagian dari barbuk yang menjadi petunjuk PC ada di lokasi sejak di Sanguli sampai di Duren Tiga dan melakukan kegiatan yang menjadi perencanaan pembunuhan Brigadir Yosua," tuturnya.

Dalam perkembangan terkini kasus ini, Tim khusus (timsus) Polri menetapkan Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka terkait kasus dugaan pembunuhan Brigadir J

"Saudari PC sebagai tersangka," kata Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto kepada awak media di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2022).

Sebelumnya, Polri menetapkan empat tersangka kasus penembakan Brigadir J. Mereka adalah, Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal. 

Dalam kasus ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak. 

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak. 

Atas perbuatannya, mereka semua disangka melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini