Share

Uang RP200 Juta Hilang, PPATK Selidiki Transaksi Rekening Brigadir Yosua

Rizky Syahrial, MNC Media · Jum'at 19 Agustus 2022 05:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 337 2650392 uang-rp200-juta-hilang-ppatk-selidiki-transaksi-rekening-brigadir-yosua-PaCZ64CJyR.jpg Brigadir Yosua/medsos

JAKARTA  - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavanda menjelaskan mulai buka suara terkait aliran dana dari rekening Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Pihaknya akan melakukan penelusuran soal adanya dugaan aliran dana dari Ferdy Sambo kepada para ajudan seperti Bharada E yang diminta untuk mengekesekusi Brigadir Yosua.

 (Baca juga: Uang Rp200 Juta Brigadir Yosua Raib, Ferdy Sambo Akan Dilaporkan Dugaan Kejahatan Perbankan dan TPPU)

"Kami sering menerima laporan dari masyarakat, apalagi kalau didukung data-data yang valid," ujar Ivan dalam keterangan yang dikutip MPI Kamis (18/8/2022).

Menurutnya PPATK juga sering berkerja sama dengan masyarakat, dalam memberikan informasi, data, serta dokumen pendukung yang bisa dipergunakan.

"Sukses kasusnya berkat pengaduan masyarakat yang valid dan didukung informasi yang faktual," paparnya.

Ia menuturkan, PPATK dalam menjalankan tugasnya, sesuai dengan mekanisme yang ada dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum pada laporan yang diterima.

"Semua tugas dan kewenangan yang kami lakukan, baik dalam hal analisis, pemeriksaan proaktif dan reaktif, termasuk penghentian transaksi, pembekuan rekening," jelasnya.

"Dalam kasus apapun yang selama ini ditanganioleh PPATK hanya bisa dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ditentukan berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2010," ungkapnya.

Sebelumnya, Pengacara keluarga mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak akan melaporkan tersangka Ferdy Sambo atas tuduhan pencurian uang mendiang Brigadir Yosua.

"Usai mendapatkan surat kuasa dari keluarga Brigadir J, kita (tim kuasa hukum) akan melaporkan Ferdy Sambo atas pencurian uang orang yang sudah mati, yakni Brigadir J," ungkapnya saat di Jambi, Kamis (18/8/2022).

Dia menambahkan, uang Brigadir J yang sudah mati dicuri atau dipindahkan ke rekening tersangka. "Ada sekitar Rp200 juta uang di rekening Brigadir J yang sudah mati dicuri atau dipindahkan ke rekening tersangka," tegasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini