Share

Mahfud MD Ungkap Kejanggalan dan Dugaan Intervensi Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Kamis 18 Agustus 2022 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 337 2650129 mahfud-md-ungkap-kejanggalan-dan-dugaan-intervensi-dalam-kasus-pembunuhan-brigadir-j-6ipwKOfzxf.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkap hambatan tim khusus (timsus) Polri dalam mengusut kematian Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut hambatan timsus Polri dalam tangani kasus itu seperti mengubah skenario perkara dari tembak-menembak ke dugaan pembunuhan.

"Memang bukti bahwa timsus tidak mudah ambil keputusan itu ketika membalikan skenario itu dari tembak-menembak menjadi pembunuhan. Itu kan lama sekali," kata Mahfud dalam talkshow di akun YouTube Akbar Faizal Uncensored.

 BACA JUGA:Kabareskrim Akan Sampaikan Langsung Temuan Terbaru Kasus Brigadir J Besok

Bagi Mahfud, pengambilan keputusan untuk mengubah skenario perkara terbilang mudah. Apalagi, telah dilakukan ekshumasi terhadap jasad Brigadir J.

"Padahal begitu selesai ekshumasi itu orang awam sudah tahu kecenderungannya ke sana (pembunuhan). Tetapi kan ada orang yang enggak ini begini, ini begini," tuturnya.

 BACA JUGA:Besok, Kabareskrim, Irwasum hingga Kadiv Propam Blak-blakan soal Temuan Terbaru Kasus Brigadir J

Bahkan, kata Mahfud, satu dari dua laporan dugaan pelecehan seksual di Polda Metro Jaya baru dicabut pada akhir pekan lalu. "Itu masih jalan yang laporan pertama. Kan ada dua laporan, satu laporan Sambo, kedua laporan istrinya," ucap Mahfud.

"Artinya kan tidak sebenarnya tidak sulit kalau tersangkanya sudah pembunuhan, pelaporan bahwa ini tembak-menembak ini gugurkan. Gugur itu artinya SP3," terang Mahfud.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Tak hanya mengubah skenario perkara, kata Mahfud, dalam mengambil.keputusan penetapan Irjen Pol Ferdy Sambo juga terbilang alot. Hal itu didasarkan atas berubahnya waktu konfrensi pers penetapan Sanbo sebagai tersangka.

"(Kenapa berubah-ubah?) Ya itu urusan internal mereka ya. Mungkin saya hanya menduga-duga. Oleh karena menduga-duga saya tidak berani ungkapkan ke publik," tutur Mahfud.

Terlepas dari itu, Mahfud mencoba bertanya ke Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto. Kepada Mahfud, Benny mengatakan butuh dorongan untuk menetapkan Sambo sebagaj tersangka.

"Jadi memang mungkin di tingkat bawahnya ada informasi yang sebabkan saling tarik-menarik. Ya seperti para penyidik itu yang bukan jenderal itu, terkadang terhambat juga ketika simpulkan (perkara)," ucap Mahfud.

"Yang begitu itu ada informasinya masuk ke saya. Itu sebabnya lalu saya sarankan ke Pak Benny Mamoto agar disampaikan langsung saja ke Kapolri ya termasuk bedol deso itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini