Share

Besok, Kabareskrim, Irwasum hingga Kadiv Propam Blak-blakan soal Temuan Terbaru Kasus Brigadir J

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 18 Agustus 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 337 2650122 besok-kabareskrim-irwasum-hingga-kadiv-propam-blak-blakan-soal-temuan-terbaru-kasus-brigadir-j-lsfzwibVSO.jpg Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (Foto : Dok Humas Polri)

JAKARTA - Tim khusus (Timsus) dan Inspektorat Khusus (Irsus) Polri akan buka-bukaan terkait perkembangan serta temuan terbaru kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, konferensi pers tersebut akan disampaikan pada Jumat, 19 Agustus 2022.

"Update pertama tentang penyidikan akan disampaikan oleh timsus, ya mungkin Pak Kabareskrim yang menyampaikan langsung," kata Dedi di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2022).

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto akan menyampaikan perkembangan timsus. Dalam hal ini, timsus fokus menyidik soal tindak pidana di kasus pembunuhan Brigadir J.

Sementara itu, Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto dan Kadiv Propam Polri Irjen Syahardiantono akan menyampaikan perkembangan inspektorat khusus.

Irsus melakukan pendalaman soal pelanggaran kode etik terhadap personel polisi yang diduga tidak profesional sehingga menghambat penyidikan kasus Brigadir J.

"Jad updatenya seluruhnya besok. Saya minta kepada teman-teman untuk bersabar," ujar Dedi.

Dalam kasus ini, Polri menetapkan empat tersangka kasus penembakan Brigadir J. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus sopir Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal.

Dalam kasus ini, Polri memastikan tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo pun diduga membuat skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak-menembak.

Atas perbuatannya, mereka semua disangka melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini