Share

Keppres Pelanggaran HAM Berat Tuai Kritik, Mahfud MD: Kita Terima sebagai Lagu yang Indah

Martin Ronaldo, MNC Portal · Kamis 18 Agustus 2022 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 337 2650056 keppres-pelanggaran-ham-berat-tuai-kritik-mahfud-md-kita-terima-sebagai-lagu-yang-indah-nU058zMof3.jpg Menko Maritim, Luhut Binsar (foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD mangatakan bahwa kritik yang datang dari berbagai elemen masyarakat dan pegiat HAM terkait Keppres tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu akan diterima seperti sebuah lagu yang indah.

Menurutnya, kritik di sebuah negara demokrasi bukanlah hal yang dilarang, apalagi dihalang-halangi proses penyampaian pendapatnya.

"Ayo kritik, itu bagus, kita harus terima kritik sebagai lagu yang indah. Seindah lagu keroncong campursari," katanya kepada wartawan, Kamis (18/8/2022).

Dia menerangkan bahwa pemerintah akan terus dianggap salah dan mendapatkan kritikan terkait sikap pemerintah terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Baca juga: Ini Alasan Mahfud Sebut Kata Menjijikan Dalam Kasus Ferdy Sambo

"Ya, ketika pemerintah belum membuat dikritik juga, dibilang kok diam saja. Ingat yang judicial terus jalan," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun Keppres yang diumumkan Presiden Jokowi adalah Keppres soal penanganan pelanggaran HAM berat dengan cara di luar persidangan, bukan berarti cara lewat persidangan ditinggalkan oleh pemerintah.

Baca juga: Mahfud MD Jelaskan Diksi "Menjijkkan" dalam Motif Pembunuhan Brigadir J

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Kata dia, cara yudisial maupun nonyudisial akan tetap berjalan untuk menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM berat.

"Siapa bilang ? (jalur di luar pengadilan yang jadi pilihan Jokowi). Jalur yudisial kan terus jalan. Jadi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu harus ditempuh dengan dua jalan secara paralel, yaitu melalui judisial dan melalui non-yudisial," tutur Mahfud.

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Kemarahan Jokowi soal Lambatnya Penanganan Kasus Brigadir J

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini