Share

DPR Yakin Kapolri Mampu Meredam Isu Perlawanan Kubu Ferdy Sambo

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 17 Agustus 2022 23:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 337 2649709 dpr-yakin-kapolri-mampu-meredam-isu-perlawanan-kubu-ferdy-sambo-ulifNIN9Hh.jpg Arsul Sani (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani meyakini sistem yang dibangun Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Polri bisa menghadapi kemungkinan munculnya isu perlawanan dari kubu Irjen Ferdy Sambo terkait pengusutan kasus dugaan pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Sebagai anggota Komisi III saya yakin sistem yang ada di Polri terhadap situasi yang demikian sudah terbangun untuk menghadapi kemungkinan adanya perlawanan tersebut," kata Arsul melalui pesan singkatnya, Rabu (17/8/2022).

Menurut Arsul, langkah Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pengusutan kasus tewasnya Brigadir J sudah sesuai. Saat ini, sambungnya, Kapolri tinggal secara konsisten menegakkan sistem di internal Polri tersebut, baik yang terkait dugaan pelanggaran etik maupun tindak pidana.

"Jika itu dilakukan maka dukungan publik akan berada di belakang Kapolri dan jajaran pimpinan Polri," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menduga kemungkinan adanya perlawanan dari kubu Irjen Ferdy Sambo kepada Tim Khusus (Timsus) nentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sugeng menyebut perlawan dari kubu Sambo ini salah satunya dengan menyebar serangan dengan menyebar isu negatif terhadap para personal Timsus Kapolri.

"Perlawanan itu menurut saya masih ada. namun tidak nampak di permukaan. Perlawanan misalnya menyebarkan isu negatif ke timsus," kata Sugeng.

Sugeng mengatakan Kapolri tak perlu ragu untuk memberikan peringatan kepada kelompok yang mendukung Sambo tersebut. Menurutnya, langkah ini perlu diambil jika mereka ikut campur dalam proses penyidikan.

"Pak kapolri sekiranya ada pihak pihak intervensi, ikut campur dalam proses penyidikan, pak kapolri harus menertibkan, harus diberikan peringatan," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Polri menetapkan empat tersangka kasus penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah, Irjen Ferdy Sambo, Richard Eliezer alias Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal.

Dalam kasus ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Diketahui sebelumnya, Polri menetapkan empat tersangka kasus penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah, Irjen Ferdy Sambo, Richard Eliezer alias Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal.

Dalam kasus ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini