Share

3 Pejuang yang Tertangkap dan Dieksekusi Jepang, Ada yang Dipukuli dengan Kayu Berduri

Stefani Ira Pratiwi, Litbang Okezone · Kamis 18 Agustus 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 337 2649570 3-pejuang-yang-tertangkap-dan-dieksekusi-jepang-ada-yang-dipukuli-dengan-kayu-berduri-AG8RQlT3kq.jpg Ilustrasi/ Doc: Okezone

JAKARTA - Masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda terjadi dalam kurun waktu 3,5 tahun, mulai dari tahun 1942 hingga 17 Agustus 1945. Meskipun tidak menjajah dalam waktu yang lama, masa pendudukan Jepang dinilai lebih kejam dibandingkan masa pendudukan Belanda.

Pada masa tersebut, terjadi banyak sekali penindasan dan tak sedikit pejuang bahkan merasakan siksaan yang tidak manusiawi. Melansir dari beberapa sumber, berikut merupakan pejuang kemerdekaan yang ditangkap dan dieksekusi oleh Jepang.

 BACA JUGA:Capaian Vaksin Booster Masih Rendah, Satgas Covid-19 Ingatkan Soal Kekebalan Komunal

1. KH Zainal Mustafa

KH Zainal Mustafa merupakan seorang ulama. Pada awal masa pendudukan Jepang di Indonesia, Jepang meminta bantuan KH Zainal Mustafa untuk membantu mewujudkan semangat fasis. Namun permintaan tersebut ditolak oleh KH Zainal Mustafa. Ia juga meminta kepada para santri untuk tidak tergoda akan propaganda Jepang.

Hal tersebut ia lakukan lantaran ia tidak menyukai pelaksanaan seikerei, sebuah tradisi untuk memberi hormat matahari. Menurutnya pelaksanaan seikerei menentang ajaran Islam.

Bersama dengan rakyat Singaparna, pada 25 Februari 1944, KH Zainal Mustafa melakukan perlawanan untuk mengusir Jepang.

 BACA JUGA:Tim Pancasila Sakti Bertugas Turunkan Bendera Sang Merah Putih di Istana

Mereka berencana untuk melakukan penculikan dan menyabotase militer Jepang. Namun sayangnya rencana tersebut diketahui pihak Jepang dan pihak Jepang pun melaporkan hal tersebut kepada camat Singaparna dan meminta beberapa polisi untuk menangkap Zainal Mustafa dan para santri. Namun penangkapan tersebut gagal dan mereka hanya ditahan di rumah Zainal Mustafa.

Setelah itu, masih di hari yang sama Zainal Mustafa mengeluarkan ultimatum yang berisi meminta pihak Jepang untuk memerdekakan Pulau Jawa. Akibat ultimatum tersebut, terjadilah pertempuran antara pihak Jepang dengan Zainal Mustafa. Dalam pertempuran itu, 86 santri gugur di tempat sedangkan KH Zainal Mustafa ditangkap dan dibawa ke Tasikmalaya lalu ke Jakarta untuk diadili.

Pada 25 Oktober 1944, KH Zainal Mustafa meninggal dieksekusi oleh pihak Jepang. KH Zainal Mustafa dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 6 November 1972 berdasarkan SK Nomor 064/TK/1972.

2. Mahmud Marzuki

Pejuang selanjutnya yang gugur di tangan Jepang adalah Mahmud Marzuki. Mahmud Marzuki merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Riau. Ia meninggal setelah ditangkap dan disiksa tentara Jepang.

Saat itu ia sedang mengadakan sebuah rapat dengan para pejuang kemerdekaan lainnya. Namun tidak lama dari rapat tersebut, tempat pertemuan itu dikepung oleh Jepang. Akhirnya, 13 orang termasuk Marzuki ditangkap dan dibawa ke Pekanbaru. Dalam tahanan, mereka dipukuli dengan kayu berduri, tidak diberi makan, dan disiksa secara keji.

 BACA JUGA:Hadiri Upacara Kemerdekaan di Istana, Anies: Mari Kita Syukuri dengan Berkarya untuk Bangsa

Bahkan, Marzuki dengan tahanan lainnya diikat dan digantung dengan posisi kepala di bawah. Namun setelah 21 hari ditahan, Marzuki sempat keluar dan menggerakkan pengusiran Jepang lagi. Hingga pada 5 Agustus 1945, Mahmud Marzuki meninggal akibat dari siksaan serdadu Jepang.

3. Nimrod

Pejuang yang juga meninggal setelah ditahan dan dieksekusi Jepang adalah Nimrod. Nimrod meninggal setelah memimpin perlawanan di Pulau Yapen Selatan, Papua. Saat itu mereka ingin memukul mundur pasukan Jepang dari Pulau Yapen. Bahkan dalam perlawanan tersebut, Nimrod dan pasukannya mendapatkan bantuan dari Sekutu dalam bentuk bantuan suplai senjata.

Meskipun begitu, Nimrod berhasil ditangkap oleh Jepang dan kemudian dihukum pancung dengan dalih untuk menakut-nakuti rakyat agar tidak melakukan perlawanan. Namun upaya Jepang tersebut tidak berhasil. Walaupun Nimrod gugur, rakyat tetap meneruskan perjuangannya dengan bergerilya dan dipimpin pemimpin baru yang bernama Silas Papare.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini