Share

Wapres Sebut Tak Ada Persiapan Khusus saat Menghadiri Upacara HUT RI Ke-77 di Istana

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 17 Agustus 2022 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 337 2649346 wapres-sebut-tak-ada-persiapan-khusus-saat-menghadiri-upacara-hut-ri-ke-77-di-istana-KIG1mtcZHt.jpg Wapres Maruf Amin dan Istri mengenakan pakaian ada Banten saat mengikuti perayaan HUT RI ke-77/ Foto: Biro Setwapres

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) K.H Ma'ruf Amin menyebut tak ada persiapan khusus dalam menghadiri upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-77 di Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2022). Sebab, segala sesuatu termasuk baju adat yang dikenakan telah dipersiapkan jauh-jauh hari.

 BACA JUGA:Hadiri Upacara di Istana Merdeka, Prabowo Tampak Mesra Bareng HT

"Alhamdulillah persiapannya biasa memang sudah beberapa hari disiapkan pakaiannya sehingga tadi pagi tinggal menggunakan saja. Iya (persiapannya spesial)," kata Wapres kepada wartawan mengutip Youtub Sekretariat Presiden.

Sebelumnya, seperti tahun-tahun sebelumnya salah satu daya tarik dari pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI adalah penggunaan pakaian adat yang beraneka ragam dari seluruh nusantara yang dikenakan oleh para petugas maupun peserta upacara, begitu juga yang dikenakan oleh Wapres K.H. Ma'ruf Amin.

 BACA JUGA:Kenakan Baju Adat Buton pada Upacara HUT RI, Jokowi: Semuanya Nanti Kita Angkat

Pada peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI ini Wapres beserta Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin memilih mengenakan pakaian adat dari Provinsi Banten saat menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di halaman Istana Merdeka Jakarta.

Tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 09.45 WIB, Wapres tampak elegan mengenakan pakaian adat tanah kelahirannya, yang terdiri atas Iket Lomar bermotif Tapak Kebo, Baju Dalam putih berkerah tinggi, Jas Hitam bermotif daun Hanjuang emas, Kain Samping bermotif serupa iket, serta celana dan sepatu hitam. Sementara, Ibu Wury juga tampak anggun mengenakan kebaya putih dipadu kerudung hitam berbalut putih, serta selendang dan bawahan hitam bermotif batik emas.

Dikutip dari website resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, pakaian adat Banten lengkap yang dikenakan Wapres memiliki arti filosofis pada setiap bagiannya.

Pertama, Iket Lomar dengan motif tapak kebo atau garuda yaksa berwarna emas diambil dari suku Baduy. Motif tapak kebo atau garuda yaksa melambangkan kegigihan dalam bekerja. Adapun warna emas melambangkan kedalaman hati, budi pekerti dan kecemerlangan pikiran dalam menatap masa depan. Selain itu, emas juga menjadi lambang kemewahan, kekayaan dan kesetiaan, serta merujuk pada makna kemakmuran, kesehatan, dan kegembiraan masyarakat Banten.

Kedua, Baju Dalam berwarna putih dengan kerah tinggi (seperti baju Koko) melambangkan religiusitas dan kebhinekaan masyarakat Banten. Warna putihnya sendiri melambangkan kesucian, keikhlasan, kebersihan, dan ketepatan. Sementara kancing bulat pada baju ini melambangkan kebulatan tekad dalam berkarya melaksanakan tugas dan kewajiban.

 BACA JUGA:HUT RI Ke-77, Warga Gelar Nobar Upacara di Depan Istana Merdeka

Ketiga, Jas Hitam bermotif Daun Hanjuang (cordyline fruticosa) berwarna emas melambangkan ketangguhan masyarakat Banten dalam bertahan hidup. Warna hitam pada jas ini melambangkan kekuatan, keanggunan, keteguhan, kecanggihan dan ketenangan masyarakat. Sedangkan Daun Hanjuang melambangkan perjuangan, sebab tanaman monokotil ini dapat hidup di mana saja dan sering dipakai sebagai tanaman pembatas atau tanaman pelindung, baik di perkebunan, ladang, atau sawah penduduk.

Keempat, Samping atau kain pinggang dengan motif serupa dengan iket melambangkan kondisi Banten yang gemah ripah loh jinawi. Kain ini juga melambangkan masyarakat Banten yang mampu mengencangkan perut atau hidup dalam kesederhanaan.

Kelima, Celana Hitam Polos yang dirangkap dengan kain melambangkan keserumpunan Banten dengan bangsa Melayu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini