Share

Ferdy Sambo Kuras Rekening Brigadir J Rp200 Juta, Kamaruddin: Orang Mati Bisa Kirim Duit?

Tim Okezone, Okezone · Rabu 17 Agustus 2022 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 337 2649293 ferdy-sambo-kuras-rekening-brigadir-j-rp200-juta-kamaruddin-orang-mati-bisa-kirim-duit-vglkMuwbm5.jpg Brigadir Yosua/medsos

JAKARTA - Pengacara Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjutak menuding mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo mencuri empat rekening milik Brigadir Yosua setelah penem.

Bahkan, Kamaruddin menyebut, masih ada kegiatan transaksi dalam rekening itu usai Yosua telah tewas.

(Baca juga: Terungkap! Uang Rp200 Juta Milik Brigadir Yosua Ditransfer ke Tersangka Pembunuhan)

"Seperti yang saya katakan lalu-lalu, ada empat rekening daripada almarhum ini dikuasai atau dicuri oleh terduga Ferdy Sambo dan kawan-kawan," kata Kamaruddin di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Selain kartu ATM di empat bank, Kamaruddin menyatakan bahwa, Ferdy Sambo juga telah mengambil Handphone dan Laptop merk Asus milik dari Brigadir J.

Pihaknya mendapatkan informasi valid bahwa, rekening milik Brigadir J masih melakukan transaksi pada tanggal 11 Juli 2022. Padahal, kejadian penembakan di rumah dinas Kadiv Propam terjadi pada 8 Juli 2022.

"Tadi terkonfirmasi sudah, memang benar apa yang saya katakan bahwa tanggal 11 Juli 2022 itu masih transaksi, orang mati mengirimkan duit. Nah kebayang tidak kejahatannya," ujar Kamaruddin.

Kamaruddin menjelaskan, transaksi rekening milik Brigadir Yosua itu diketahui melakukan aktivitas pengiriman uang ke rekening milik dari salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. Namun, Ia tak menyebut sosok tersangka yang menerima aliran dana tersebut.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Dia mengungkapkan bahwa ada uang senilai Rp200 juta dari rekening kliennya yang ditransfer ke salah satu tersangka kasus pembunuhan berencana.

"Itu masih transaksi orang mati, mengirimkan mengirim duit, nah terbayang tidak kejahatannya. Orang mati dalam hal ini almarhum transaksi uang, mengirim duit ke rekeningnya salah satu tersangka. Ajaib toh, nah itulah Indonesia," tutup Kamaruddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini