Share

10 Kutipan Bung Hatta soal Kemerdekaan

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 17 Agustus 2022 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 337 2649000 10-kutipan-bung-hatta-soal-kemerdekaan-mquPKFVL6n.jpg Mohammad Hatta (Ist)

SELAIN sebagai tokoh proklamator Indonesia, Mohammad Hatta juga dikenal sebagai putra bangsa yang pintar dan bijaksana. Kebiasaannya membaca buku membuat Hatta mempunyai pemikiran yang cerdas dan luas.

Dia juga menjabat sebagai wakil presiden mendampingi Soekarno dari tahun 1945-1956.

Kiprahnya dalam bidang politik dimulai saat Hatta bergabung dalam organisasi Jong Sumatranen Bond cabang Padang. Di sana ia menjabat sebagai bendahara. Kehidupan politik Hatta semakin berkembang seiring dengan kontribusinya dalam pertemuan-pertemuan politik.

Selain itu, Hatta aktif dalam menentang imperialisme dan kolonialisme Belanda. Hal itulah yang membuat ia berkali-kali ditangkap dan diasingkan.

Pasca proklamasi, Mohammad Hatta terpilih sebagai wakil presiden pertama Indonesia mendampingi Soekarno hingga akhirnya mundur dari jabatannya pada 1956. Ia wafat pada 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Walaupun dirinya telah tiada, perjuangan dan jasanya bagi Indonesia akan selalu terkenang. Pemikiran dan penuturannya dalam memperjuangkan bangsa akan selalu diingat. Berikut kutipan-kutipan Bung Hatta mengenai kemerdekaan, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (17/8/2022) :

1. “Maka dengan tercapainya penyerahan kedaulatan, perjuangan belum selesai.”

2. "Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat."

3. "Pahlawan yang setia itu berkorban bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita."

4. "Kita masih terus berjuang jadi tuan rumah di negeri sendiri, tanyakan pada diri, apa yang sudah saya berikan untuk bangsa ini?"

5. "Kita boleh merdeka secara fisik, tapi kita masih perlu usaha keras buat mewujudkan manusia bermental baja guna meraih cita-cita bangsa."

6. "Indonesia merdeka tidak ada gunanya bagi kita, apabila kita tidak sanggup untuk mempergunakannya memenuhi cita-cita rakyat kita: hidup bahagia dan makmur dalam pengertian jasmani maupun rohani."

7. "Menegakkan kedaulatan rakyat adalah ‘mendidik rakyat’ supaya tahu berpikir, supaya tidak lagi membebek di belakang pemimpin-pemimpin. Supaya keinsafan rakyat akan hak dan harga diri bertambah kuat dan pengetahuannya tentang hal politik, hukum dan pemerintahan bertambah luas."

8. “Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan.”

9. “Untuk mencapai cita-cita yang tinggi, manusia (pahlawan) melepaskan nyawanya pada tiang gantungan, mati dalam pembuangan, tetapi senantiasa menyimpan dalam hatinya luka wajah tanah air yang duka.”

10. “Malahan kita berada pada permulaan perjuangan yang jauh lebih berat dan lebih mulia, yaitu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan daripada segala macam penindasan.”

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini