Share

Di Balik Pemilihan Baju Adat Bangka Belitung Jokowi saat Hadiri Sidang Tahunan Parlemen

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 337 2648631 di-balik-pemilihan-baju-adat-bangka-belitung-jokowi-saat-hadiri-sidang-tahunan-parlemen-fvG7BKGP1p.jpg Presiden Jokowi kenakan baju adat Bangka Belitung (Foto: Biro Setpres)

JAKARTA - Sespri Presiden Anggit Noegroho mengungkapkan di balik pemilihan baju adat Bangka Belitung yang dipilih Presiden Jokowi saat menghadiri sidang tahunan parlemen.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden memerintahkan Sekretaris Sespri untuk menyiapkan baju adat yang akan dipakai pada pidato kenegaraan tgl 16 Agustus 2022 dan Upacara Peringatan ke-77 Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2022," kata Anggit dalam keterangannya yang diterima Okezone, Selasa (16/8/2022).

Anggit menambahkan bahwa saat itu pihaknya mengumpulkan baju adat dari daerah yang belum pernah dikenakan Presiden. Dari sekian banyak busana adat tersebut diseleksilah hingga tinggal 3 buah.

"Untuk tanggal 16 Presiden memilih baju adat Paksian dari Bangka Belitung. Baju ini terdiri dari jubah panjang sebatas betis, celana panjang, selempang dan kain tenun cual khas Bangka. Sedangkan untuk penutup kepala dipakaikan sungkon," ujarnya.

"Pada baju terdapat ornamen hiasan bermotif Pucuk Rebung," imbuhnya.

Baca juga: Potret Jokowi Pakai Baju Adat Bangka Belitung di Sidang Tahunan MPR 2022

Kata dia, sebenarnya warna asli baju adat ini berwarna merah, namun selaras dengan perkembangan zaman warna baju menyesuaikan selera pemakainya.

"Baju adat ini diperoleh langsung dari perajin lokal di Bangka Belitung. Pihak Sespri menyampaikan ukuran baju dan celana Presiden, mereka yang menjahit dan menyiapkan baju beserta aksesorisnya dalam waktu sekitar 3 hari," jelas dia.

Baca juga: Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Bangka Belitung saat Hadiri Sidang Tahunan MPR

Anggit menambahkan bahwa setelah jadi, baju adat dibawa kurir dari Bangka Belitung menuju Jakarta.

Lalu busana yang dikenakan Ibu Negara tidak disiapkan secara khusus oleh Sespri, namun disiapkan sendiri oleh Ibu Iriana. Dari mulai desain, pemilihan bahan hingga menjadi baju siap pakai.

"Pesan kerukunan, kedamaian itu mungkin yg Presiden ingin sampaikan dengan baju adat Paksian dari Bangka Belitung, sehubungan dengan makin dekatnya pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2024," kata dia.

Menurut dia, hal itu disimbolkan dari motif baju Pucuk Rebung yang bermakna kerukunan dan warna hijau yang menyiratkan kesejukan dan ketenangan.

"Soal hijau-hijau ini juga nyambung dengan kerapnya Presiden Jokowi akhir-akhir ini bicara soal upaya Indonesia bertransformasi menuju ekonomi hijau, produk hijau, energi hijau, teknologi hijau, industri hijau yang saat ini telah menjadi trend global," tandasnya.

Baca juga: Hadiri Sidang Tahunan Parlemen, Wapres Kenakan Pakaian Adat Solo

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini