Share

Jumlah Polisi Diduga Langgar Etik Kasus Brigadir J Bertambah Jadi 35

Bachtiar Rojab, MNC Media · Senin 15 Agustus 2022 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2648456 jumlah-polisi-diduga-langgar-etik-kasus-brigadir-j-bertambah-jadi-35-Irpz1CNGYf.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mencatat, terdapat total sementara 35 anggota Polri yang diduga tidak profesional mengusut Kasus Pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Hal itu, usai polisi memeriksa 63 anggota polisi.

Dedi mengatakan, anggota Polri yang diduga melanggar etik penanganan kasus Brigadir J terus bertambah, tercatat, 35 anggota sudah dinyatakan melakukan ketidakprofesionalan.

"Iya betul, informasi dari Itsus demikian (35 melanggar kode etik)," ujar Dedi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/8/2022).

Dedi menambahkan, jumlah tersebut usai penambahan lima penyidik Polda Metro Jaya yang dianggap melanggar. Sehingga, lanjut Dedi, puluhan anggota tersebut diduga kuat ikut andil dalam menghilangkan bukti CCTV.

Dedi menambahkan, sedangkan untuk yang berstatus terperiksa jumlahnya mencapai 63 anggota. Mereka diduga terlibat di rangkaian pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Total sementara terperiksa 63 orang," kata Dedi.

Menurut Dedi, dalam kasus ini 16 anggota Polri ditempatkan di tempat khusus. 10 di antaranya di Provos dan sisanya di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Sebelumnya, Komnas HAM meminta 31 anggota Polri yang terlibat dalam kasus penanganan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan terbukti melanggar kode etik untuk dapat dipidana.

"Kami sederhana saja, kalau sudah menemukan indikasi kuat terjadi obstruction of justice orang-orangnya ini, ini, ini, ya minta juga untuk dikembangkan siapa pun pelakunya obstruction of justice itu dalam konteks HAM," ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini